
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="10023">
 <titleInfo>
  <title>KELAS DUA DI ST. CLARE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ENID BLYTON</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>PT Gramedia Pustaka Utama</publisher>
   <dateIssued>2008</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>260 hlm.; 14 x 19 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>â€œKalian jadi berpesta rupanya? Kapan? Kata Elsie.rnrnâ€œSewaktu kami diculik;â€ kata Carlotta dengan serius. â€œAduh Elsie ----Kejadian itu tegang sekali! Tahu-tahu ada orang datang malam-malam---lalu kami semua diculik olehnya---tapi kemudian kami menawarkan sepotong kue tart ulang tahun; dan para penculik begitu senang memakannya; sehingga kami dibebaskan kembali!â€ [hal 209]rnrnKeisengan Carlotta kumat ketika menghadapi Elsie yang sebelumnya ingin merusak pesta ulang tahun Carlotta; yang diadakan pada tengah malam. Pengaduan Elsie pada Bu Jenks dengan dalih anak-anak menjadi korban penculikan; berhasil digagalkan dengan cerdik; bahkan membuat Elsie sendiri kena batunya. Keculasan Elsie membuatnya dibenci semua murid kelas dua; bahkan berakibat jabatan sebagai ketua kelas dua dicopot dengan paksa; dan diserahkan secara mutlak kepada Anna. Dan kali ini; Carlotta berhasil membuat Elsie semakin tidak berkutik dengan celoteh isengnya.rnrnSebenarnya tokoh utama pada buku ini adalah si kembar Oâ€™Sullivan; tapi karakter Carlotta benar-benar seru. Mantan pemain sirkus ini memiliki gaya blak-blakan yang sering membuat tertawa; walaupun aksinya menempeleng Mirabel karena habis kesabaran melihat tingkah Mirabel yang sering membuat rusuh kelas di awal semester; sempat membuat dahi berkerut.rnrnLain Carlotta; lain juga Mirabel. Dia adalah salah satu murid baru yang menjalankan aksi pemberontakan karena dikirim ke St. Clare. Aksi itu dia lakukan di mana-mana; di kelas dia selalu membuat rusuh pada jam pelajaran sehingga banyak waktu yang terbuang; di ruang berkumpul dia terus menerus menyatakan dirinya tidak menyukai St. Clare dan akan segera keluar dari pada pertengahan semester.rnrnTingkahnya begitu menjengkelkan; dan terus berjalan sampai Gladys; yang sering dipanggil si Loyo; menghardik tingkah Mirabel di sebuah pertemuan yang tidak terduga. Hardikannya membuat Mirabel berpikir; dan menyesali kejelekannya. Akhirnya dia pun memutuskan untuk memulai dari awal dan menjadi anak baik; tapi rupanya keinginannya tidak berjalan mulus ketika berbenturan dengan â€œpelajaranâ€ yang mulai digencarkan teman-teman sekelas.rnKonflik demi konflik membuat suasana asrama terkadang â€œpanasâ€; tetapi berkat kejahilan Bobby dan Janet yang tak pernah kehabisan ide; ditambah dengan kehebatan Doris menirukan gaya; termasuk gaya Matron; si perawat sekolah dan Mamâ€™zelle; kelas juga menjadi tempat yang penuh dengan kelakar. Untunglah di dalam kerusuhan tingkah Carlotta; Bobby; Janet dan Doris; masih ada si kembar Oâ€™Sullivan dan Hillary yang memiliki kedewasaan berpikir dan bijak. Beragamnya manusia membuat kondisi kelas menjadi lebih hidup.rnrnSt. Clare adalah sekolah asrama khusus perempuan yang dikepalai oleh Bu Theobald; seorang wanita yang sangat bijak sekaligus berwibawa; sehingga setiap anak tidak ingin membuat masalah jika nantinya harus berhadapan dengannya. St. Clare benar-benar menyenangkan; dengan guru-guru yangâ€”jujur---membuat saya iri; kecuali Bu Quentin. Untuk murid kelas dua; mereka akan mendapat wali kelas; Bu Jenks; untuk guru yang satu ini saya menyukai sikap tegasnya yang tanpa menjadi menakutkan.dan cara berpikirnya yang open minded. Selain itu; ada juga Mamâ€™zelle; guru bahasa perancis yang galak tapi memiliki selera humor tinggi; bahkan masih bisa tertawa ketika menyadari dirinya menjadi korban keisengan murid-muridnya---ada gak yah guru yang kayak gini?rnrnDan yang pasti; setiap kali membaca serial asrama dari Enid Blyton; rasanya sekolah bukan sesuatu yang memberatkan.</note>
 <subject authority="">
  <topic>FIKSI FANTASI</topic>
 </subject>
 <classification>820</classification>
 <identifier type="isbn">9796553066</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Dempoers Library Book is My Life Style</physicalLocation>
  <shelfLocator>823.08 BLY k</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">316/12</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library (RAK UMUM)</sublocation>
    <shelfLocator>823.08 BLY k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>03_KELAS_DUA.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>10023</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">0000-00-00 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">0000-00-00 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>