
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="11279">
 <titleInfo>
  <title>BERTAHAN DI TENGAH KRISIS:</title>
  <subTitle>KOMUNITAS TIONGHOA DAN EKONOMI KOTA CIREBON</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ABDUL WAHID</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>OMBAK</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xxii + 184 hlm.; 15 x 21 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Krisis adalah kata yang muncul secara periodik; yang menunjukkan adanya rentetan atau siklus penderitaan dari waktu ke waktu yang melanda negeri ini melintasi rezim-rezim yang berkuasa. Akibatnya; krisis tidak hanya terbatas mengisi ruang material-struktural masyarakat melainkan juga merambah jauh ke ruang historis-kultural mereka. Salah satu krisis ekonomi yang memiliki masa hidup panjang dalam memori sosial bersama masyarakat Indonesia adalah dampak depresi besar dunia 1930-an; ketika semua kehidupan berjalan meleset dan menjauh dari hal-hal yang normal. Biarpun buku ini tidak membicarakan tentang kondisi ekonomi orang Tionghoa di indonesia secara keseluruhan melainkan hanya berfokus pada orang Tionghoa di Cirebon; buku ini tetap mampu mengungkapkan kenyataan sejarah yang berbeda dibandingkan dengan arus besar pada buku-buku yang telah ada sebelumnya. Selain itu buku ini tidak hanya membahas tentang dampak krisis ekonomi terhadap orang Tionghoa; melainkan juga memberi informasi dan penjelasan yang menarik tentang kondisi sosial-ekonomi masyarakat di tingkat lokal; khususnya di Cirebon pada masa depresi 1930-an. Berbeda dengan wacana utama historiografi Indonesia selama ini; di dalam buku ini orang Tionghoa ditempatkan sejajar dengan orang-orang bumiputera yang dianggap sebagai representasi dari keindonesiaan. Relasi antara orang Tionghoa dengan kelompok sosial-ekonomis lain dipahami sebagai sesuatu yang cair tanpa didasari pretensi ideologis yang diskriminatif.</note>
 <subject authority="">
  <topic>EKONOMI PERBURUHAN</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>PEKERJA MENURUT RAS, ETNIS</topic>
 </subject>
 <classification>330</classification>
 <identifier type="isbn">9786028335010</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Dempoers Library Book is My Life Style</physicalLocation>
  <shelfLocator>331.6 WAH b</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">27/13</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library (RAK UMUM)</sublocation>
    <shelfLocator>331.6 WAH b</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>BERTAHAN_DI_TENGAH_KRISIS.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>11279</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">0000-00-00 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">0000-00-00 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>