
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="11286">
 <titleInfo>
  <title>SOEGIJA 100% INDONESIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AYU UTAMI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>PT Gramedia Pustaka Utama</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">IND</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Bahasa Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>x + 147 hlm.; il.; 17 x 19 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Awalnya saya perkirakan; Soegija adalah bagian dari ajaran Nomensen. Tetapi itu salah. Suatu ketika salah seorang rekan kerja saya bilang; â€œSoegija; dipanggil Soegiyo.â€ Dan; semakin tertariklah saya menelusuri Soegija. Apalagi; kondisi sosial-dominan â€œmemaksaâ€ pikiran saya untuk mengurai sosok Soegija. Sosial-dominannya; atas kemarakan film Soegija; yang disutradarai oleh sutradara film-film komersil; Garin Nugroho; dan dibintangi oleh salah seorang penyair â€œfenomenalâ€; Nirwan Dewanto. Pun adanya diskusi-diskusi publik yang mengangkat perihal Soegija; sehingga menyebabkan pula diskusi-diskusi koprok (istilah dari akronim â€œkopi dan rokokâ€).rnrnSuatu ketika; saat saya ke toko Gunung Agung; Kwitang; Jakarta Pusat; saya melihat sebuah buku kecil bernuansa sejarah yang dikemas ala buku populer. Desainnya menarik. Ulasannya sedikit ringan. Dan; penulisnya adalah salah seorang penulis sastra berbau â€œselangkanganâ€; Ayu Utami. Niat ingin membeli buku 5 Kota Berpengaruh di Dunia; eh ternyata bukunya sudah ditarik. Daripada pulang tangan kosong; akhirnya saya putuskan membeli buku Soegija 100% Indonesia buah tangan Ayu Utami; dan semajalah Tempo.***rnrnMalam menjelang Hari Natal; tepatnya tanggal 24 Desember; tahun 1910; pada malam hari Soegija di baptis. Usianya telah memasuki angka 14 tahun; sedang belia dengan psikologi belum matang dalam prinsipil sehingga mudah terpengaruh. Di saat itulah; ia memilih nama permandiannya; Albertus Magnus.rnrnSoegija (baca: Sugiyo) lahir 25 November 1896; di Soerakarta; Jawa Tengah. Nama lengkapnya; Mgr. Albertus Soegijapranata. Keluarganya terbilang cukup mapan; bahkan lebih dari cukup. Ia bukan rakyat biasa; melainkan bagian dari Abdi Dalem Kasunanan Surakarta. Karena dasar latar keluarga itulah ia berkesempatan masuk ke suatu sekolah yang cukup prestise.rnrnDari sekolah Kolose Xaverius Muntilan; Soegija mendapatkan kesempatan bersekolah memperdalam ilmu ke Eropa. Ia direstui oleh gurunya; Romo Frans van Lith â€“bernama lengkapFranciscus Georgius Josephus van Lith. Frans van Lith merupakan pendiri sekolah Kolose Xaverius Muntilan. Tergabung sebagai Yesuit Oirschot; Belanda. Paus Yohanes Paulus II memercayainya sebagai penopang atau penancap kristen di Jawa; khususnya di Jawa bagian tengah; saat Paus tersebut berpidato di Yogyakarta; 1989. Frans van Lithlah orang yang mampu menyelaraskan ajaran kristen terhadap tradisi-tradisi Jawa â€“selayaknya Nomensen dalam penyebaran Kristen Protestan di tanah Batak. Di tangannyalah banyak orang pribumi masuk ke dalam ajaran Kristen; awalnya mencapai 170-an orang; di Kulon Progo.rn            rnSejak itulah; Soegija dikenal orang-orang; yang mengenalnya sejak kecil; telah memasuki fase dan dunia baru; dunia kepercayaan yang baru baginya; Kristen. Sebelumnya; Soegija merupakan individu yang menganut kepercayaan Islam-Jawa. Ia mulai terpengaruh pikiran-pikiran kekristenan sejak studi di Kolose Xaverius Muntilan. Sekolah ini terbilang prestise; dibandingkan sekolah-sekolah lainnya yang ada pada saat itu. Konsep sekolahnya ialah pengasingan â€“suatu konsep pendidikan yang sangat efektif. Apalagi di dalam bahasa pengantarnya; sekolah ini menggunakan tiga bahasa sekaligus; yaitu bahasa Melayu; bahasa Jawa; dan bahasa Belanda. Ia pun tinggal di asrama; di Kolose Vaverius Muntilan itu. Di sekolah itulah ia mulai memikirkan perihal kepercayaan yang dianutnya dan perihal kepercayaan yang akan dianutnya. Niat awalnya sekolah di sini hanyalah ingin menjadi guru; seperti apa yang tertulis; â€œSaya hanya mau belajar untuk menjadi guru di sini. Tidak mau masuk Kristen;â€ kata Soegija ketika akhirnya bertemu lagi dengan Romo Frans van Lith dan rektor kolose; Peter J.A.A (hlm. 50)rnrnPada akhirnya kita dapat pahami; dari pembacaan buku Soegija 100% Indonesia ini; bahwa orang besar mampu â€œberkaryaâ€ besar pula melalui: melahirkan orang besar dan memberikan pengaruh besar terhadap lingkungannya. Soegija. Soegija memiliki dua orang â€œpengikutâ€ atau murid yang terbilang berpengaruh pula. Keduanya; yaitu YB Mangunwijaya dan Romo Hardjawardja. Yusuf Bilyarta (YB) ditahbiskan pada tahun 1959. YB merupakan tokoh yang sangat berpengaruh dan memiliki andil besar di dalam beberapa bidang; seperti kesusastraan; kepenulisan; kearsitekan; dan bahkan sebagai aktivis sosial. Kedua murid Soegija ini berperan penting di ranah seni.***rnrnPada suatu ketika; saya membaca ulasan penulis buku ini di koran Sindo pada Minggu 10 Juni. Ia mengangkat ulasan â€œ100% Kristen 100% Indonesiaâ€. Pernyataan Soegija itu jadi manuver bagi sekelompok agama yang acapkali bersikap brutal. Dinyatakan kelompok itu bahwa film Soegija itu merupakan kristenisasi. Mengenai cara pikir yang benar; saya setuju dengan Ayu Utami; bila ingin memprotes konsepsi itu mestilah mengetahui dahulu sejarahnya; baik sejarah individu Soegija maupun konteks sosial waktu itu.rnrnMaksud rumusan itu ialah manjadi Katolik tanpa meninggalkan nilai-nilai pribumi. Sebenarnya inilah cara memengaruhi pihak lain. Secara sederhananya; bila Anda adalah Mr. X dan Anda ingin mendekati Mrs. T; maka Anda mestilah menjadi dan menghargai Mrs. T tersebut. Di sanalah peran hegemonis berproses; yang tidak akan kita temui secara deskriptif di dalam buku ini. Dengan pembacaan buku ini; setidaknya kita sedikit paham sejarah konsepsi dan latar sosial-politik waktu itu.</note>
 <subject authority="">
  <topic>BIOGRAFI</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SEJARAH INDONESIA</topic>
 </subject>
 <classification>920</classification>
 <identifier type="isbn">9789799104540</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Dempoers Library Book is My Life Style</physicalLocation>
  <shelfLocator>920 UTA s</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">26/13</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library (RAK UMUM)</sublocation>
    <shelfLocator>920 UTA s</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>SOEGIJA_100.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>11286</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">0000-00-00 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2014-02-18 11:22:22</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>