
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="11809">
 <titleInfo>
  <title>KEPADA CINTA:</title>
  <subTitle>TRUE LOVE KEEPS NO SECRET</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RADITYA DIKA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ADHITYA MULYA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ITA SEMBIRING</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RIRI SARDJONO</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>CHRISTIAN SIMAMORA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>VALIANT BUDI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ANDI ERIAWAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MOAMMAR EMKA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Gagas Media</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">IND</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Bahasa Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>180 hlm.; 15 x 21 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hi, Fai&#13;
Apa Kabar?&#13;
&#13;
Apa kamu masih terjebak dalam dilema lebih baik tidak menikah daripada menikah tanpa cinta?&#13;
Walaupun kamu ngerasa nyaman banget dengan seseorang, bersamaan dengan itu kamu juga meragukan kadar cinta yang kamu miliki?&#13;
&#13;
Kenapa, Fai?&#13;
Kenapa kamu bisa memiliki perasaan nyaman tanpa mampu menumbuhkan cinta?&#13;
&#13;
Fai,&#13;
Kenapa kamu nggak pernah mau bercermin dari aku?&#13;
Aku adalah contoh hidup dari dilema yang sedang kamu hadapi.&#13;
&#13;
Berbeda dengan kamu, saat memutuskan pacaran aku hanya bermodalkan rasa suka.&#13;
Kemudian, aku memutuskan menikah dengan logika.&#13;
&#13;
Kamu tahu itu, Fai?&#13;
Tapi, apa kamu tahu kalau perasaan nyaman yang aku rasakanlah yang menjadi salah satu hal logis yang menurutku perlu aku pertimbangkan.&#13;
&#13;
Kenapa?&#13;
Nggak tau, Fai&#13;
Tapi, saat itu, aku berpikir bahwa cinta yang menggebu-gebu bisa membutakan.&#13;
Tapi perasaan nyaman adalah pupuk cinta itu sendiri&#13;
&#13;
Tapi...&#13;
Semakin dekat dengan hari pernikahan, aku malah semakin mendengar orang melontarkan ucapan seperti ini : &quot; Emang enak kawin?&quot; atau &quot; Nikmati masa bulan madu kamu nanti karena setelah itu,,, welcome to the hell. Apalagi kalau kamu langsung hamil.&quot;&#13;
Dan yang paling seram adalah pernyataan Mbak Ani yang bilang &quot; Gue menjalani pernikahan gue, bukan menikmatinya.&quot;&#13;
&#13;
Menjalani, Fai&#13;
Seolah-olah, pernikahan hanya memberikan dua pilihan bagi kita : bercerai atau terpaksa menjalaninya.&#13;
Apalagi kalau keburu punya anak.&#13;
&#13;
Fai,&#13;
Waktu itu, aku takut banget.&#13;
Aku pikir, ngapain terikat dalam sebuah hubungan seumur hidup kalau kita nggak bisa menikmatinya?&#13;
Menurutku, itu adalah bentuk lain dari bunuh diri.&#13;
&#13;
Tapi, beberapa orang bilang, &quot; That's life, Dear.&quot;&#13;
Yup, Fai, that's life.&#13;
Dan, aku mau enjoying my life&#13;
&#13;
Apa itu mungkin terjadi dalam pernikahan, Fai?&#13;
Atau, pertanyaan yang lebih tepat adalah, apakah pernikahan bisa dijadikan sebagai media untuk menemukan kebahagiaan?&#13;
&#13;
Mungkin.&#13;
Kalau nggak, kenapa hampir seluruh penduduk bumi kawin?&#13;
Atau, sebenarnya, manusia sebegitu bodohnya hingga dengan sadar membiarkan dirinya masuk ke dalam perangkap yang sejak zaman nenek moyang telah diketahui sebagai penjara hidup. Apalagi, untuk kaumku, Fai.&#13;
Perempuan.&#13;
&#13;
Hmmm...&#13;
Kayaknya, aku tahu apa yang timbul di dalam kepala kamu saat membaca dua paragraf terakhir dari tulisanku di atas. Sebuah pertanyaan. Kenapa aku tetap memutuskan menikah?&#13;
&#13;
Jawabannya simpel, Fai.&#13;
Karena aku nggak punya nyali untuk membatalkan sebuah rencana yang melibatkan semua orang yang berkuasa mengeluarkan aku dari daftar silsilah keluarga dengan alasan :&#13;
TELAH MENCORENG NAMA BAIK KELUARGA.&#13;
&#13;
Well, runway bride cuma bisa terjadi di Amerika, kan, Fai?&#13;
&#13;
Jadi...&#13;
Kalau rasa nyaman, bibit, bebet, dan bobot adalah pertimbangan logis pada awalnya, kesadaran akan efek dari tindakan membatalkan pernikahan menjadi pertimbangan logis berikutnya.&#13;
&#13;
So&#13;
here I am, Fai&#13;
Dengan sadar, aku telah mengubah status diriku di KTP dari lajang menjadi kawin.&#13;
&#13;
Dan, aku mulai menyiapkan diriku untuk masuk ke dalam fase paling membosankan ke dalam hidupku, Fai. Menjadi seorang istri.&#13;
&#13;
Seperti nasihat Mbak Ami, aku pun berusaha meyakini diriku untuk menjalaninya.&#13;
Bahkan menikmatinya. &quot; Nggak usah muluk-muluk.&quot; begitu saran Mbak Ami.&#13;
&quot;Udah bagus nggak cerai atau jadi korban kekerasan dalam rumah tangga.&quot;&#13;
&#13;
Anyway&#13;
Aku menikah berdasarkan logika, kan?&#13;
&#13;
Tapi ternyata, dalam perjalanannya, aku menemukan sesuatu yang menajubkan telah terjadi, Fai.&#13;
Bahwa :&#13;
&#13;
I'm in love with my husband...&#13;
Saat menyadari kalau beberapa kali dia telah ngebiarin aku tetap tidur saat dia sudah bangun pagi.&#13;
Dia cuci muka, terus bikinin aku teh hangat.&#13;
&#13;
I'm in love with my husband...&#13;
Saat aku lagi masak dan tanpa bertanya dia langsung mengambil beras, mencucinya, dan masak di rice cooker&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>KESUSASTRAAN INDONESIA</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>NOVEL REMAJA</topic>
 </subject>
 <classification>890</classification>
 <identifier type="isbn">9789797802967</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Dempoers Library Book is My Life Style</physicalLocation>
  <shelfLocator>899.2213 MUL kc</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">779/13</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library (RAK UMUM)</sublocation>
    <shelfLocator>899.2213 MUL kc</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>KEPADA_CINTA.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>11809</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2013-05-13 14:04:47</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2013-07-12 09:18:59</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>