Image of KEPADA CINTA: TRUE LOVE KEEPS NO SECRET

Text

KEPADA CINTA: TRUE LOVE KEEPS NO SECRET



Hi, Fai
Apa Kabar?

Apa kamu masih terjebak dalam dilema lebih baik tidak menikah daripada menikah tanpa cinta?
Walaupun kamu ngerasa nyaman banget dengan seseorang, bersamaan dengan itu kamu juga meragukan kadar cinta yang kamu miliki?

Kenapa, Fai?
Kenapa kamu bisa memiliki perasaan nyaman tanpa mampu menumbuhkan cinta?

Fai,
Kenapa kamu nggak pernah mau bercermin dari aku?
Aku adalah contoh hidup dari dilema yang sedang kamu hadapi.

Berbeda dengan kamu, saat memutuskan pacaran aku hanya bermodalkan rasa suka.
Kemudian, aku memutuskan menikah dengan logika.

Kamu tahu itu, Fai?
Tapi, apa kamu tahu kalau perasaan nyaman yang aku rasakanlah yang menjadi salah satu hal logis yang menurutku perlu aku pertimbangkan.

Kenapa?
Nggak tau, Fai
Tapi, saat itu, aku berpikir bahwa cinta yang menggebu-gebu bisa membutakan.
Tapi perasaan nyaman adalah pupuk cinta itu sendiri

Tapi...
Semakin dekat dengan hari pernikahan, aku malah semakin mendengar orang melontarkan ucapan seperti ini : " Emang enak kawin?" atau " Nikmati masa bulan madu kamu nanti karena setelah itu,,, welcome to the hell. Apalagi kalau kamu langsung hamil."
Dan yang paling seram adalah pernyataan Mbak Ani yang bilang " Gue menjalani pernikahan gue, bukan menikmatinya."

Menjalani, Fai
Seolah-olah, pernikahan hanya memberikan dua pilihan bagi kita : bercerai atau terpaksa menjalaninya.
Apalagi kalau keburu punya anak.

Fai,
Waktu itu, aku takut banget.
Aku pikir, ngapain terikat dalam sebuah hubungan seumur hidup kalau kita nggak bisa menikmatinya?
Menurutku, itu adalah bentuk lain dari bunuh diri.

Tapi, beberapa orang bilang, " That's life, Dear."
Yup, Fai, that's life.
Dan, aku mau enjoying my life

Apa itu mungkin terjadi dalam pernikahan, Fai?
Atau, pertanyaan yang lebih tepat adalah, apakah pernikahan bisa dijadikan sebagai media untuk menemukan kebahagiaan?

Mungkin.
Kalau nggak, kenapa hampir seluruh penduduk bumi kawin?
Atau, sebenarnya, manusia sebegitu bodohnya hingga dengan sadar membiarkan dirinya masuk ke dalam perangkap yang sejak zaman nenek moyang telah diketahui sebagai penjara hidup. Apalagi, untuk kaumku, Fai.
Perempuan.

Hmmm...
Kayaknya, aku tahu apa yang timbul di dalam kepala kamu saat membaca dua paragraf terakhir dari tulisanku di atas. Sebuah pertanyaan. Kenapa aku tetap memutuskan menikah?

Jawabannya simpel, Fai.
Karena aku nggak punya nyali untuk membatalkan sebuah rencana yang melibatkan semua orang yang berkuasa mengeluarkan aku dari daftar silsilah keluarga dengan alasan :
TELAH MENCORENG NAMA BAIK KELUARGA.

Well, runway bride cuma bisa terjadi di Amerika, kan, Fai?

Jadi...
Kalau rasa nyaman, bibit, bebet, dan bobot adalah pertimbangan logis pada awalnya, kesadaran akan efek dari tindakan membatalkan pernikahan menjadi pertimbangan logis berikutnya.

So
here I am, Fai
Dengan sadar, aku telah mengubah status diriku di KTP dari lajang menjadi kawin.

Dan, aku mulai menyiapkan diriku untuk masuk ke dalam fase paling membosankan ke dalam hidupku, Fai. Menjadi seorang istri.

Seperti nasihat Mbak Ami, aku pun berusaha meyakini diriku untuk menjalaninya.
Bahkan menikmatinya. " Nggak usah muluk-muluk." begitu saran Mbak Ami.
"Udah bagus nggak cerai atau jadi korban kekerasan dalam rumah tangga."

Anyway
Aku menikah berdasarkan logika, kan?

Tapi ternyata, dalam perjalanannya, aku menemukan sesuatu yang menajubkan telah terjadi, Fai.
Bahwa :

I'm in love with my husband...
Saat menyadari kalau beberapa kali dia telah ngebiarin aku tetap tidur saat dia sudah bangun pagi.
Dia cuci muka, terus bikinin aku teh hangat.

I'm in love with my husband...
Saat aku lagi masak dan tanpa bertanya dia langsung mengambil beras, mencucinya, dan masak di rice cooker


Ketersediaan

779/13899.2213 MUL kcMy Library (RAK UMUM)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
899.2213 MUL kc
Penerbit Gagas Media : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
180 hlm.; 15 x 21 cm.
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
9789797802967
Klasifikasi
890
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this