Detail Cantuman
Advanced SearchText
UNFORGETTABLE: TENTANG CINTA YANG MENUNGGU
Tadi saya baca twit siapa gitu yang dia berkicau lagi baca novel dan ga rela karena sudah menghabiskan 2/3 halaman, jadi 1/3 halaman lagi habis. Dan dia ga relaaa… Ahahaha… Saya pernah merasakan hal seperti itu. Buat saya itulah salah satu parameter sebuah buku sangat menarik, ketika saya tak ingin bukunya habis dibaca dan saat saya menyelesaikan buku itu, saya seperti kehilangan seorang teman :)
Buku yang tidak menarik tentu saja kebalikannya. Tapi menarik ini belum tentu juga tidak bagus. Tidak bagus versi saya bukan juga bukunya benar-benar tidak bagus. Kan semuanya masalah selera aja. Soal memandang buku secara objektif itu bukan saya ahlinya. Saya mencoba membincangkan buku dari kacamata saya aja, dari perasaan yang keluar saat membaca buku itu.
Barusan saya menyelesaikan membaca satu novel ini.
Bagitu memasuki halaman kedua novel ini saya update status di Goodreads dan menuliskan sederet kata seperti ini :di 2 halaman pertama, sukses merebut perhatianku :) Seorang perempuan di tengah usia dua puluhan, yang bersembunyi di balik halaman buku, tetapi mendefinisikan dirinya sendiri melalui tinta yang membentuk kata. Prolog singkat tapi sungguh memikat :)
Iya, prolognya memang sangat memikat perhatian saya. Terlebih kemudian ada yang begitu menyukai novel ini dan berbincang dengan saya memuja novel ini. Saya jadi penasaran lah jadinya. Tapiiii…. Sampai di beberapa bagian saya disergap bosan. Bayangkan saya harus menahan mata saya agar tidak terpejam kala membacanya, demi menyelesaikan lembar demi lembar novel ini. Erggghh… Mungkin kalau bukan buku pinjaman, saya sudah meletakannya di lemari dan akan saya baca ketika saya benar-benar ingin membacanya. Entah kapan.
Tapi toh pada akhirnya selesai juga kan? Hehehe… Saya tidak bilang novel ini jelek. Cuma ga ‘masuk’ aja di saya. Mungkin karena pikiran saya nerima sesuatu yang ringan2 saja ya, jadi kalau yang nyastra dan penuh dengan diksi serta gaya penulisan yang rada beda dengan kebanyakan saya jadi berkerut2 kening. Seperti disodorkan soal mekban yang bahkan saya tidak tahu memulai darimana buat menyelesaikannya selain menulis diketahui dan pertanyaan. Hahahaha….
Novel ini menggunakan PoV orang ketiga. Di buku Winna yang lain (Draf1) saya menemukan satu info kalau ada 3 jenis penggunaan PoV orang ke 3, yaitu limited, multiple dan omniscient.
Limited —> Pembaca hanya mengikuti perjalanan satu karakter
Multiple —> Penulis bercerita tentang 2 karakter atau lebih, menggunakan sudut pandang masing2 karakter secara terpisah.contoh : novel Refrain dan unforgettable (keduanya karya Winna)
Omniscient —> di mana penulis dapat dengan bebas menceritakan perspektif dan isi pikiran beberapa karakter secara sekaligus, tanpa berganti bab maupun alur. contoh : Anna Karenina dan Lord of the Rings.
Sewaktu membahas soal PoV ini, buku unforgettable ada di dekat saya, jadinyaa… Saya merasa beruntung bisa menemukan contohnya langsung. Ribet ah kalau menurut saya, saya lebih suka PoV limited yang biasanya.
Contoh sedikit dari unforgettable ini ya..
Lelaki itu agak bingung. Maksudmu, hidup tanpa tujuan?
Perempuan itu menggeleng. Keduanya adalah hal yang sama sekali berbeda.
Ketersediaan
| 871/13 | 899.2213 EFE u | My Library (RAK UMUM) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
899.2213 EFE u
|
| Penerbit | Gagas Media : Jakarta., 2009 |
| Deskripsi Fisik |
180 hlm.; 15 x 21 cm.
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
9789797805418
|
| Klasifikasi |
890
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






