
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="12246">
 <titleInfo>
  <title>INDONESIA DAN ANCAMAN PERJANJIAN PERDAGANGAN BEBAS BILATERAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ALEXANDER C. CHANDRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>INSTITUTE FOR GLOBAL JUSTICE (IGJ)</publisher>
   <dateIssued>2005</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">IND</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Bahasa Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>244 hlm.; 15 x 21 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Karya tulis ini menganalisa perkembangan perjanjian bilateral (BTA- Bilateral Trade Agreements)dikawasan Asia Timur. Meningkatnya jumlah BTA dikawasan ini diakibatkan oleh menguatnya keinginan untuk memperkuat regionalisme diantara negara-negara di Asia Timur, khususnya dibawah payung ASEAN plus tiga (APT – ASEAN Plus Three).&#13;
&#13;
Fenomena perdagangan ini perlu dipelajari lebih lanjut, khususnya mengenai implikasi yang mungkin dihadapi oleh masing-masing negara yang terlibat dalam jenis pedagangan bebas seperti ini.&#13;
&#13;
Karya tulis ini dibuat dengan tujuan untuk menganalisa dampak yang akan ditimbulka oleh beberapa BTA di kawasan Asia Timur terhadap sektor pertanian dan Non pertanian, keamanan pangan, dan pembangunan desa dari salah satu negara ASEAN, Indonesia.&#13;
&#13;
Lain halnya dengan negara-negara pendiri ASEAN pada umumnya, seperti Singapura, Thailand, Malaysia, dan Filipina, Pemerintah Indonesia dapat dinilai lamban dalam proses pelaksanaan BTA dengan negara-negara non Anggota ASEAN.&#13;
&#13;
Meskipun demikian, dengan maraknya penggunaan BTA sebagai bagian dari kebijakan ekonomi luar negeri negara-negara ASEAN lainnya, sangat memungkinka pemerintah Indonesia akan mengabil langkah yang sama untuk memulai BTA dengansalah satu atau ketiga negara-negara Asia Timur Laut maupun dengan negara-negara diluar kawasan Asia.</note>
 <subject authority="">
  <topic>EKONOMI</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>EKONOMI GLOBAL</topic>
 </subject>
 <classification>330</classification>
 <identifier type="isbn">979980275X</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Dempoers Library Book is My Life Style</physicalLocation>
  <shelfLocator>338.6 CHA i</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">383/14</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library (RAK UMUM)</sublocation>
    <shelfLocator>338.6 CHA i</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="1" url="" path="/INDONESIA DAN ANCAMAN PERJANJIAN PERDAGANGAN BEBAS BILATERAL.pdf" mimetype="application/pdf">Karya tulis ini menganalisa perkembangan perjanjian bilateral (BTA- Bilateral Trade Agreements)dikawasan Asia Timur. Meningkatnya jumlah BTA dikawasan ini diakibatkan oleh menguatnya keinginan untuk memperkuat regionalisme diantara negara-negara di Asia Ti</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <slims:image>INDONESIA_DAN_ANCAMAN_PERJANJIAN_PERDAGANGAN_BEBAS_BILATERAL.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>12246</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-02-06 07:55:02</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2014-02-06 07:55:22</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>