Detail Cantuman
Advanced SearchText
HUJAN DI AKHIR KEMARAU
Perkawinan Gita Asmara dengan Hadi mulai retak justru setelah ekonomi mereka mengalami kemajuan. Hadi sering menghujani Gita dengan berbagai materi, bukan untuk menyenangkan sang istri melainkan demi gengsi dan bisnisnya. Pasangan ini juga belum dikaruniai anak. Puncak kehancuran perkawinan mereka terjadi ketika Gita memergoki Hadi bersama perempuan lain yang menggendong bayi yang sangat mirip suaminya itu.
Gita pergi berlibur untuk mengobati luka hatinya dan melanjutkan hobinya menulis. Di Bali ia bertemu Bagus, pria yang tinggal di kamar sebelahnya yang amat menyebalkan, sombong, dan sering memandang rendah semua perempuan. Gita terpaksa pindah ke hotel lain karena Bagus marah, merasa terganggu bunyi mesin ketik Gita. Setelah Gita menghilang barulah Bagus mulai merasa bersalah. Diam-diam ia mencoba menelusuri keberadaan Gita. Tanpa disadarinya ia mengakui Gita berbeda dari wanita-wanita yang dikenalnya.
Ketersediaan
Tidak ada salinan data
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
F SAR h
|
| Penerbit | PT Gramedia Pustaka Utama : Jakarta., 2009 |
| Deskripsi Fisik |
360 hlm.; 13 x 18 cm.
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
979220822
|
| Klasifikasi |
F
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






