Image of MELATI DI MUSIM KEMARAU

Text

MELATI DI MUSIM KEMARAU



"Aku mencintaimu, Ning!" terlontar perkataan itu dari mulut Rudi. Kemudian laki-laki itu mendekatinya perlahan-lahan. Dengan tatapan penuh hasrat asmara.

Namun Tuning melangkah menjauhinya, dengan mata melebar.
"Kau tidak mencintaiku, Mas. Selama ini kau selalu menganggapku tak berharga. Aku tahu betul, kauanggap diriku tak setara dan tak layak menjadi kekasihmu," katanya. "Jadi, kuasailah dirimu dan pulanglah. Hari sudah malam."

Rudi tersinggung. Pandangan Tuning yang bersinar meremehkan itu membuatnya kehilangan kontrol diri. Apa sih kelebihan Tuning sehingga berani menolaknya? Buat apa pula perempuan itu berpura-pura alim di hadapanku? pikirnya dengan gemas. Padahal bertahun-tahun lalu, entah sudah berapa banyak laki-laki yang dilayaninya, datang dan pergi dalam kehidupannya.

Andaikan Tuning tahu lebih jauh apa dipikirkan oleh Rudi, ia pasti sudah sejak awal menolak kehadiran lelaki itu di hatinya. Rupanya, bercak-bercak noda yang dibawa almarhumah kakaknya bertahun-tahun lalu masih saja menempel dengan lekat di kehidupannya kini...


Ketersediaan

Tidak ada salinan data


Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
F SAR m
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
296 hlm.; 13 x 18 cm.
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
9796867001
Klasifikasi
F
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this