Image of ANGAN

Text

ANGAN



Saya tertarik membeli buku ini karena covernya manis. Judulnya pun pendek banget. Angan. Hmm…angan tentang apakah? Kesannya misterius sekali. Ketika melihat belakang covernya, tidak ada ringkasan ceritanya. Jadi penasaran nih. Tapi saya yakin ceritanya pasti tentang cinta. Tapi setelah membaca isinya, saya nggak kecewa. Walau kisahnya tentang anak-anak SMA.
Gaya penulisannya manis, alurnya keren dan bahasanya pun nggak alay. Untuk novel teenlit dan ditulis oleh penulis yang masih berusia muda, saya sungguh salut dengan kemampuannya menguraikan cerita ini. Banyak kalimat simbolik yang penuh makna. Misalnya saja : ketika tokoh Rio mencoba menjelaskan bahwa perasaan Nadia kepada pak guru favoritnya : mister Kim, adalah perasaan kagum belaka karena mister Kim mirip dengan aktor Korea kesayangan Nadia.
Rio menjelaskannya dengan memberi contoh tentang sayur asam yang meskipun disebut sayur asam tapi ada rasa-rasa lainnya. Rasa manis pada jagung, rasa pedas pada cabe dan rasa asin pada garam. Semua rasa itu ada di sayur asam, tetapi kita menyebutnya sayur asam. Begitulah manusia. Kadang, tak bisa membedakan rasa. Apakah rasa kagum, hormat atau beneran rasa cinta?
Bahkan, Rio juga menjelaskan dengan memberi contoh rasa permen karamel. Selain manis, ada juga rasa asin karena salah satu bahan pembuat permen itu adalah margarin. Makanya, ada rasa asin. Meskipun sempat bingung, akhirnya Nadia mengerti apa maksud dari perumpamaan sayur asam tapi nggak hanya ada rasa asam saja. Dan, apa arti permen Karamel yang rasanya nggak hanya manis saja.
Perumpamaan yang sangat keren. Untuk sebuah novel remaja, cara penulis menggunakan perumpamaan itu - menurut saya - sungguh luar biasa.
Hanya saja, saya mulai berpikir : Apa iya, seorang cowok berusia 17 tahun) bisa sebijak itu menasihati temannya dengan perumpamaan sayur asam dan permen karamel? Apakah kesannya tidak lebay?

Tetapi saya mencoba menepis keraguan itu. Mungkin saja memang ada cowok berusia remaja sebijak tokoh Rio. Apalagi anak-anak remaja sekarang lebih pinter daripada generasi sebelumnya. Yah, apa sih yang nggak mungkin di dunia ini?
So, buat kamu yang pengen baca novel teenlit bermutu, yang bisa memberi hiburan sekaligus pencerahan, dengan bahasa yang nggak alay nan lebay, saya rasa novel ini layak dibeli. Saya yang bukan ABG saja suka. Apalagi yang masih ABG.
Jumlah halamannya juga tidak terlalu tebal (hanya 279 halaman). Biasanya, para ABG kan nggak suka baca novel yang tebal-tebal (kecuali novel Harry Porter). Cuma butuh waktu dua sampai tiga jam untuk menyelesaikannya.


Ketersediaan

421/13813.08 MAY aMy Library (RAK UMUM)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
813.08 MAY a
Penerbit BUKUNE : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
296 hlm.; 13 x 18 cm.
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
9786022200717
Klasifikasi
810
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this