Detail Cantuman
Advanced SearchText
THE DEVIL IN BLACK
Buku ini menceritakan tentang bagaimana seorang Johan Brawijaya, drummer tampan yang diidolakan oleh para wanita se-Indonesia raya, dipaksa jatuh bertekuk lutut kepada Dara. Siapakah Dara? Dia adalah Personal Assitant (PA) Blu, adik tiri Jo yang juga seorang penyanyi opera yang tengah naik daun. Lalu bagaimana mungkin hal itu terjadi? Sejak awal diceritakan bahwa tanpa sebab yang jelas Jo sudah merasa antipati terhadap Dara, demikian pula gadis itu yang langsung tidak menyukai sikap arogan pria tersebut. Terlebih lagi karena ulah anjing peliharaan Jo yang membuat Dara merasa kehilangan kredibilitasnya sejak pertemuan pertama mereka.
Menurutku konflik cinta segitiga antara Jo-Dara-Panji kurang porsinya untuk diceritakan dalam buku ini. Bahkan saat aku mengira akan terjadi perkelahian memperebutkan Dara-yang memang akan terkesan klise namun bisa menjadi konflik-, ternyata hal itu juga tidak terjadi. Sebegitu cueknya kah Panji terhadap Dara yang sangat diharapkannya menjadi istri yang ideal untuknya? Padahal Panji sangat menentang keinginan Dara untuk bekerja walaupun akhirnya memberi sedikit kelonggaran. Mengapa Panji tidak mengawasi Dara dengan lebih ketat ketika di pertengahan cerita dia mendapati Jo melakukan pendekatan kepada calon istrinya tersebut? Padahal kupikir Panji akan menjadi tipe pria posesif yang akhirnya akan membuat Dara jengah dengan sendirinya
Karakter Dara yang merasa panik melihat teman-teman dekatnya berkeluarga dan membuatnya nekat mempertahankan Panji yang dinilainya tipe yang bertanggungjawab cukup bisa dimaklumi. Pandangan masyarakat Indonesia pada umumnya tentang gadis cukup umur yang belum menikah memang cenderung membuat seseorang bertindak tergesa-gesa, semandiri apapun gadis tersebut. Hal inilah yang dihadapi Dara sehingga dia lebih memilih mencari kestabilan ketimbang perasaan tidak menentu yang dirasakannya setelah bertemu dengan Jo.
Jo yang sejak awal kuperkirakan akan bertingkah selayaknya bad boy/iblis ternyata hanya menunjukkan sikap arogan dan pengatur terhadap kehidupan Blu. Suatu sikap yang cenderung wajar untuk seorang kakak laki-laki kepada adik perempuan yang disayanginya. Dia cenderung mementingkan kepentingan sang Adik sehingga sampai akhir buku aku heran kenapa Jo digambarkan sebagai Iblis dalam balutan jins hitam seperti judul buku ini. Mungkin gambaran inilah yang tersimpan dalam memory perjumpaan Dara pertama kali dengannya sehingga ketika di kemudian hari Jo tidak selalu berpakaian serba hitam pun Dara masih menganggapnya The Devil In Black Jeans. Entahlah.
Satu hal yang membuatku heran, entah kenapa hingga akhir buku ini selesai kubaca, aku tidak menemukan chemistry sama sekali dari Jo-Dara. Aneh bukan? Memang keduanya beberapa kali terlibat adu mulut dan berinteraksi dalam percakapan normal terkait dengan kepentingan Blu, namun rasanya interaksi tersebut tidak berjalan alami. Di sisi lain walaupun diceritakan bahwa Blu menjadi dekat dengan Dara, tetap saja aku masih merasakan ada yang hilang dalam penceritaan hubungan tersebut. Mungkin penggunaan bahasa formal saya sebagai kata ganti aku ikut mempengaruhi penilaianku sehingga merasa kurang nyaman sepanjang membaca buku ini. Atau hal ini terjadi karena aku terlalu sering membaca buku terjemahan? Hmmm, I don’t think so.
Mungkin The Devil In Black Jeans akan menjadi favorit dan koleksi wajib para metropoplovers, namun ternyata tidak untukku :)
Ketersediaan
| 632/14 | 899.2213 ALI d | My Library (RAK UMUM) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
899.2213 ALI d
|
| Penerbit | PT Gramedia Pustaka Utama : Jakarta., 2014 |
| Deskripsi Fisik |
322 hlm.; 15 x 21 cm.
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
9789792291889
|
| Klasifikasi |
890
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






