Image of MEMOAR SIDARTO DANUSUBROTO AJUDAN BUNG KARNO: SISI SEJARAH YANG HILANG

Text

MEMOAR SIDARTO DANUSUBROTO AJUDAN BUNG KARNO: SISI SEJARAH YANG HILANG



"Sisi sejarah yang hilang" sebetulnya ungkapan eufemisme bahwa telah terjadi manipulasi sejarah yang perlu dijernihkan kembali. Soekarno dijatuhkan dan perannya direduksi dalam sejarah Indonesia. Mengungkapkan “sisi sejarah yang hilang" tidak lain dari memberikan tempat yang tepat dan layak bagi BungKarno.

Sidarto Danusubroto menjadi saksi bagaimana buruknya tindakan pemerintah terhadap seorang Presiden yang masih menjabat walaupun de facto sudah nonaktif. Soekarno tidak pernah diputuskan menjadi tahanan kota bahkan tahanan rumah, namun untuk bepergian dari rumahnya di Batu Tulis di Bogor ia harus meminta ijin kepada dua Pangdam. Pangdam Siliwangi untuk meninggalkan Bogor dan Pangdam Jaya untuk memasuki wilayah Jakarta dalam rangka berobat ke rumah sakit Carolus misalnya. Lebih parah lagi, sesudahnya harus menjalani tahanan rumah di Wisma Yaso.

Uraian tentang Supersemar agak panjang dalam buku ini karena itu merupakan titik balik perubahan kekuasaan di republik ini. Bagian lain mempersoalkan kenapa wajah Soekarno pada saat proklamasi kemerdekaan dihilangkan pada sebuah buku yang ditulis sejarawan yang juga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam terjemahan buku Cindy Adams terdapat dua paragraf yang tidak ada pada buku asli dalam bahasa Inggris yang mengadu domba Soekarno dengan Hatta dan Sjahrir. Siapa yang menambahkan dua alinea tersebut ? Sidarto juga mengingatkan bahwa Trikora dicanangkan Presiden Soekarno di Yogyakarta dan setelah itu memang terjadi operasi militer, namun peran diplomasi yang dijalankan Soekarno sangat menentukan terutama dengan memainkan kartu Uni Soviet dan Amerika Serikat sehingga Belanda tidak berkutik.

Pada tanggal 10 Desember 1967 saat menjadi ajudan presiden yang ketika .itu sudah mengalami penahanan, ia menerima buku dari Bung Karno yang diberi catatan dengan tulisan tangan " Untuk §dr. Sidarto, dalam edisi Indonesia dari buku ini, saya menulis: Man.Totet den Geistnicht (Freiligrath), yang arti fnya): Djiwa, idee,ideologi,semangat,ta' dapatdibunuh" Soekarno, 10/12-67.


Ketersediaan

707/14920 ASV sdMy Library (RAK UMUM)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
920 ASV sd
Penerbit OMBAK : BANDUNG.,
Deskripsi Fisik
322 hlm.; 15 x 21 cm.
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
6022580536
Klasifikasi
920
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this