Image of DON'T EVER TELL: KISAH NYATA SEORANG GADIS MAGDALENA

Text

DON'T EVER TELL: KISAH NYATA SEORANG GADIS MAGDALENA



Seorang bocah berumur 8 tahun bernama Kathy yang masa kecilnya diwarnai dengan kekerasan, diserahkan oleh keluargnya, lebih tepatnya ayahnya, Oliver yang kejam, kepada lembaga yang dikelola gereja dan pemerintah Irlandia.
Ia dikirim ke rumah Tuhan untuk dibina. Namun apa yang terjadi? Ia dipukul, dianiaya, dan diperlakukan secara tidak manusiawi oleh para biarawati dan juga pendeta. Di sekolah gereja itu, Kathy yang mendapat nama baru, Bhernadette, harus bangun sangat pagi lalu bersama beberapa teman – temanya yang jauh lebih tua, bekerja membersihkan seluruh ruangan di gereja. Setiap hari, Bernadette harus menyikat dan mengepel lantai batu marmer yang kasar dengan tanganya. Dan jika ia membuat kesalahan, biarawati kepala tidak akan segan – segan untuk mencambukan sabuk kulitnya yang tebal ke tangan Bernadette yang kecil. Di tempat yang seharusnya mengajarkan kasih dan oleh seorang yang suci, ia diperdaya, dilecehkan, dan dikhianati. Seorang pendeta di sekolah itu, sering sekali mencabuli Berbnadhette dan teman – temanya.
Ketika mencoba untuk bicara, ia malah dikirim ke rumah sakit jiwa, dijadikan kelinci percobaan, dijejali obat – obatan, dan diberi terapi kejut tanpa penahan sakit. Walaupun keadaanya tak jauh berbeda saat di sekolah gereja, Kathy bisa sedikit merasa lebih senang di rumah sakit. Karena di sana, ia dan teman dekatnya Liz, tidak harus bangun pagi – pagi dan bekerja keras sampai malam utnuk mengepel dan membersihkan debu debu di seluruh ruangan. Di rumah sakit jiwa itu, Kathy bisa bersantai – santai sambil mencoba hal – hal baru seperti merokok untuk membunuh rasa bosan. Suatu hari ia di panggil ke ruangan kepala rumah sakit karena harus melakukan pemeriksaan, Kathy yang saat itu berumur 13 tahun, ternyata diberi terapi kejut dan diberi obat tidur setiap pagi, sore dan malam hari.
Ketika ia berkali – kali tertangkap karena melarikan diri dari rumah sakit bersama teman – temanya (Liz juga ikut tentunya), Kathy dikirim ke sebuah institusi yang memperkerjakan anak – anak dan wanita seperti budak yang juga terlibat dalam pelecehan dan praktik prostitusi terselubung. Tempat itu mirip dengan penjara wanita, hanya saja, dibalik itu semua, sebenarnya itu adalah sebuah pabrik binatu besar, tempat mencuci berpuluh – puluh pakaian setiap harinya, kiriman dari rumah sakit dan penjara – penjara di Irlandia. Di umurnya yang masih belia, 14 tahun, Kathy melahirkan bayi perempuan cantik yang diberi nama Anna. Dengan segala kesengsaraan yang ditanggungya, Kathy bersikeras ridak menyerahkan anaknya kepada pihak penjara. Bersama teman- temanya sesama “narapidana”, Kathy kecil merawat Anna denga kasih sayang, walaupun akhirnya Anna meninggal saat berumur 4 tahun.
Ketiak akhirnya dapat bebas dari penjara itu dengan bantuan ibu dan kakaknya, Kathy terus memperjuangan keadilan dan kebebasan untuk anak – anak dan wanita di sekolah gereja, ruamah sakit dan juga pabrik binatu itu sampai sekarang_


Ketersediaan

446/15823.08 OBE dMy Library (RAK UMUM)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
823.08 OBE d
Penerbit ESENSI : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
260 hlm.; 13 x 19 cm.
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
9789790157088
Klasifikasi
820
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this