
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="13874">
 <titleInfo>
  <title>PERANCANGAN KOTA SECARA TERPADU:</title>
  <subTitle>TEORI PERANCANGAN KOTA DAN PENERAPANNYA</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MARKUS ZAHND</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Kanisius</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">IND</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Bahasa Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>241 hlm.; il.; ind.; 15 x 21 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>SERI STRATEGI ARSITEKTUR 2</title>
 </relatedItem>
</mods>
<note>Berdasarkan kenyataan, pengertian urban space pada kebudayaan Eropa dianggap aktif ( ruang yang bertujuan membentuk massa ), sedangkan pada kebudayaan Indonesia cenderung pasif ( ruang sebagai akibat pembentukan massa ). Maka, pengertian tata ruang perkotaan ( urban fabric ) berbeda pula di antara 2 kebudayaan itu. Sama halnya dengan pengertian space dan place atau pengertian waktu secara linier atau sebagai saat yang menguntungkan.&#13;
&#13;
Sesudah 65 tahun merdeka, pendidikan arsitektur tetap cenderung mengikuti pendidikan Barat. Konsep tata kota Barat sebaiknya tak ditiru begitu saja di lingkungan Asia. Oleh karena itu, teori perancangan kota dilengkapi contoh2 dari Indonesia. Dalam kerangka itu, Markus Zahnd, B.Sc, M.Arch ( ahlli tata kota Swiss ) mengaitkan pengaruh kebudayaan Barat dengan kebudayaan Timur dalam hubungan perancangan kota dan penerapannya. Tata kota masa kini sering kaku sehingga kualitas kota yang tumbuh terus menurun. Perancangan kota yang hanya berfokus pada gedung masing2 saja, akan gagal. Telah terbukti di banyak kota besar, terutama di negara2 yang sedang berkembang.&#13;
&#13;
Semoga buku ini memperdalam pengertian tentang perancangan kota serta penerapannya. Pendekatan kontekstual yang memperhatikan kesinambungan perancangan kota dengan pendekatan kota ekologis. Dengan menghubungkan dinamika ekonomi, politik dan budaya, buku ini menuju masa depan.&#13;
DAFTAR ISI:&#13;
1. ARSITEKTUR KOTA&#13;
2. KOTA SEBAGAI PRODUK&#13;
3. KOTA SEBAGAI PROSES</note>
<subject authority="">
 <topic>ARSITEKTUR</topic>
</subject>
<classification>720</classification>
<identifier type="isbn">9789796724437</identifier>
<location>
 <physicalLocation>Dempoers Library Book is My Life Style</physicalLocation>
 <shelfLocator>729 ZAH p</shelfLocator>
 <holdingSimple>
  <copyInformation>
   <numerationAndChronology type="1">28/16</numerationAndChronology>
   <sublocation>My Library (RAK UMUM)</sublocation>
   <shelfLocator>729 ZAH p</shelfLocator>
  </copyInformation>
 </holdingSimple>
</location>
<slims:image>PERANCANGAN_KUOTA_SECARA_TERPADU.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>13874</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-02-03 11:03:25</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-02-03 11:03:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>