Detail Cantuman
Advanced SearchText
LUPITA LU PIKIR GUA PENGEMIS CINTA
Lupita harus putus dari Corey karena keadaan. Lupita bingung mencari pengganti Corey. Lewat pertimbangan Makbo, Lupita pelan-pelan memutuskan siapa pria yang akan menjadi pendamping seumur hidupnya
Lupita mempunyai pacar dari dunia maya bernama Phil, pria asal New Zealand. Suatu ketika, tiba-tiba saja Phil menghilang. Segala cara untuk mengontak Phil tidak berhasil. Lantas Lupita menganggap Phil tidak mau berpacaran dengan dirinya lagi. Alias PUTUS.
Masa jomblo Lupita tidak terlalu lama. Seseorang bernama Corey meneleponnya. Ia adalah orang yang ingin memesan furnitur outdoor berbahan kayu kwila. Cara Corey berbicara yang simpatik rupanya membuat Lupita jatuh cinta. Pada pesta ulang tahunnya di rumah Corey, pria itu menyatakan cintanya.
Lupita menyukai Corey tetapi harus memutuskan hubungan mereka karena ibu Lupita tidak menyetujui kepindahan Lupita ke Australia. Sepeninggal Corey, Lupita bingung memilih pacar. Kian, sahabatnya semenjak SMP dan kini menjadi penyuplai karton untuk kantor tempat dia bekerja, menyatakan terangan-terangan kalau dia menyukai Lupita. Pernyataan cinta Kian ini adalah yang kedua kalinya sejak pernyataan cinta-nya yang pertama sewaktu SMP.
Kian adalah cowok jorok, suka ngupil, suka lagu dangdut dan bukan cowok romantis. Fakta-fakta ini membuat Lupita tidak segera menerima cintanya. Lupita bingung untuk memutuskan. Ia tidak mungkin meminta bantuan mama-nya karena jelas-jelas mamanya berpihak pada Kian. Ia lantas ingat jika dia masih mempunyai Makbo di Semarang. Dengan segera ia berangkat ke panti jompo, tempat Makbo berada untuk meminta pertimbangan.
Makbo bercerita bahwa dirinya dan suaminya dijodohkan. Saat itu Makbo tidak menyukai pria itu. Alasannya sangat masuk akal, pria itu tidak tampan. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, Makbo mulai jatuh cinta. Opa Lupita itu ternyata sangat melindungi dan mencintai Makbo. Pernah suatu ketika, Makbo memergoki suaminya menempelkan perutnya pada meja karena kelaparan. Jatah makan malamnya ia berikan pada Makbo dan ia berbohong bahwa tadi sore ia sudah ditraktir teman-temannya. Makbo meringkas pengalamannya berumah tangga hanya dengan beberapa kata: Cinta bukan komponen utama dari sebuah pernikahan. Jika kita bisa merasa nyaman dengan orang tersebut, kita dapat menikahinya.
Pikiran Lupita terbang bersama kenangannya akan Kian. Cowok satu itu tidak pernah menyakitinya. Ia selalu bergembira bersamanya. Dengan Kian, ia tidak perlu berpura-pura. Ia dapat bersikap sebagaimana sifat asli dirinya. Lantas mengapa ia harus menolaknya, meskipun saat ini ia hanya menganggap Kian cuma sekedar teman. Makbo menyuruh Lupita membuat daftar sisi negatif dan positif dari Kian. Hasilnya, sisi positif Kian yang terbanyak. Kini dia sudah pasti dengan keputusannya.
Saat melihat sampul novel dan membaca sampai halaman 38, saya sempat berpikir kalau novel ini adalah novel komedi. Setidak-tidaknya komedi romantis. Tetapi semenjak halaman 38, suasana cerita berubah serius. Namun tetap saja kesan jenaka tidak dapat dihilangkan. Tokoh Lupita sepertinya berkarakter jenaka. Pada halaman 172, diceritakan bahwa Lupita mulai menjalani hari pertama jomblo. Seterusnya, pada halaman 175, Lupita terlihat kembali ke karakter asli. Tidak tampak depresi atau sedih. Itu dapat dilihat dengan reaksinya atas candaan Kian.
“Kian stop it!” kulemparkan katalog ke wajah Kian yang terus tertawa memamerkan gigi kuningnya.
“Kamu ini gila,” desisku lagi
Ketersediaan
| 269/17 | F KRI l | My Library (RAK UMUM) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
F KRI l
|
| Penerbit | BHUANA SASTRA : Jakarta., 2016 |
| Deskripsi Fisik |
220 hlm.; 15 x 21 cm.
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
9786022493938
|
| Klasifikasi |
F
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






