
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14494">
 <titleInfo>
  <title>KISAH PARA PREANGER PLANTERS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>HER SUGANDA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>KOMPAS</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">IND</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Bahasa Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>220 hlm.; 15 x 21 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kegigihan  Van der Hucht  berhasil melahirkan  pengusaha-pengusaha  perkebunan teh di Priangan yang berasal dari satu keluarga besar  The Hunderian. Mereka  itu  adalah keluarga-keluarga  Kerkhoven, Holle, dan Bosscha, yang semuanya bertali-temali karena ikatan darah. Mereka adalah keluarga-keluarga kaya-raya yang muncul setelah  pemerintah kolonial Belanda menerapkan kebijakan liberalisasi ekonomi.&#13;
&#13;
Diberlakukannya Undang-Undang Agraria pada 1870, yang mengubah  Priangan menjadi daerah tambang “emas hijau”, melahirkan keluarga-keluarga konglomerat pengusaha perkebunan teh yang kemudian dikenal sebagai Preanger Planters. Tak dapat dipungkiri, kaum  elite pengusaha perkebunan memiliki andil besar pada pesatnya perkembangan kota Bandung, sampai kota itu dijuluki “Parijs van Java”. Namun, kenapa kehadiran mereka  justru  berpengaruh buruk pada kehidupan kaum pribumi? Kenapa masyarakat Priangan mengalami kemandekan ekonomi  justru setelah berkembangnya perusahaan-perusahaan perkebunan besar di  daerah mereka?&#13;
&#13;
Her Suganda mengupas pula soal interaksi  yang tidak sepadan dan hubung­an pelik antara kaum pendatang kulit putih dan penduduk pribumi, termasuk dalam  hubungan “per­nyai­an” antara laki­-laki kulit putih dan  perempuan  pribumi.  Persoalan  menjadi lebih rumit ketika dari hubungan itu lahir anak  “Indo” berhidung mancung, berkulit putih, dan bermata biru, tetapi bernasib sama dengan sang ibu: Tak memiliki masa depan yang jelas ....</note>
 <subject authority="">
  <topic>KOMPAS</topic>
 </subject>
 <classification>950</classification>
 <identifier type="isbn">9789797098261</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Dempoers Library Book is My Life Style</physicalLocation>
  <shelfLocator>959.8 SUG p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">276/17</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library (RAK UMUM)</sublocation>
    <shelfLocator>959.8 SUG p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>KISAH_PARA_PREANGER_PLANTERS.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14494</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-08-08 13:33:04</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-08-08 13:33:19</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>