
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="15405">
 <titleInfo>
  <title>ABAD BESAR MANUSIA :</title>
  <subTitle>BIZANTIUM</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>PHILIP SHERRAD</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>TIRA PUSTAKA JAKARTA</publisher>
   <dateIssued>1983</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">IND</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Bahasa Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>192 hlm ; 21 x 27,8 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Munculnya buku mengenai Bizantium dalam seri Abad Besar Manusia memperlihatkan betapa jauh pendapat orang terpelajar telah meninggalkan pandangan yang pernah populer bahwa &quot;Kekaisaran Bizantium&quot;, sebagaimana diungkapkan oleh seorang penulis Abad ke-19, &quot;hampir sama sekali merupakan bentuk peradaban paling rendah dan kurang penting.&quot;&#13;
Buku Dr. Philip Sherrad ini secara garis besar memberikan pengantar yang jelas dan ilmiah bagi telaah mengenai sejarah dan peradaban Bizantium, Namun buku ini mengandung sesuatu yang lebih dalam, yaitu bahwa keterlibatan pengarang pribadi dan pengalamannya dalam iman Kristen Ortoodoks - iman yang merupakan pusat dunia pemikiran rakyat Bizantium - memungkinkan dia membicarakan  banyak segi budayanya dengan pandangan mendalam yang langsung dan sentuhan yang meyakinkan. Sementara itu pengetahuanya mengenai bangsa Yunani pada masa tersebut telah ikut memperlihatkan, dengan naskah dan gambar yang dipilihnya secara mengagumkan, betapa banyak peninggalan Bizantium yang masih lestari di dalam biara-biara sunyi dan masyarakat pedesaan yang jauh di daerah Laut Tengah bagian Timur</note>
 <note type="statement of responsibility">Redaktur Pengelola:Jerry Korn ; Redaktur Pelaksana:David Maness ; Redaktur Asia:N.Tashiro ; Editor Kepala:Willie Koen ; Penerjemah:Sumarsono ; Editor Pembantu:Widisuwita</note>
 <subject authority="">
  <topic>BIZA</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>BIZANTIUM</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Dempoers Library Book is My Life Style</physicalLocation>
  <shelfLocator>ABM 900 SHE b</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">097/20</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library (RAK UMUM)</sublocation>
    <shelfLocator>ABM 900 SHE b</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>img086.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>15405</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-08-31 11:18:56</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-09-15 09:44:48</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>