
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="16724">
 <titleInfo>
  <title>Kitab Kehidupan - Persilangan Agama, Politik, dan Kebudayaan di Indonesia</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Bisri Effendy</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>IRCISOD</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">IND</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Bahasa Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>20 cm ; 230 hlm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Bisri Effendy, seorang santri, jurnalis, peneliti LIPI, dan juga dianggap sebagai guru riset para aktivis NU kultural itu telah wafat pada 17 Agustus 2020. Namun, hasil kerja kerasnya selama hidup tetap abadi. Ia mendirikan Yayasan Desantara yang hingga kini masih dijalankan oleh sejawatnya dan mempublikasikan banyak hasil riset dan ide yang cemerlang, termasuk buku ini. Buku ini berbicara tentang persilangan agama, politik, dan kebudayaan, namun tilikannya yang tajam mengungkap hal-hal yang hampir tak tersentuh oleh penulis lain. Ia berbicara persoalan-persoalan yang dialami oleh agama lokal, tradisi rakyat, kebudayaan daerah dalam tekanan yang diberikan oleh otoritas tertinggi (perselingkungan antara pemerintah dengan agamawan) hingga coraknya yang khas kini menjadi hilang sama sekali. Lelaki asal Jember itu termasuk berani. Ia, misalnya, mengungkap &amp;lsquo;derita&amp;rsquo; yang dialami oleh agama lokal, seperti Bissu, Totalang, Parmalim, Samin, Tengger, Sunda Wiwitan, Wektu Telu, Bodhe, Kaharingan, dan lain semacamnya ketika proses Islamisasi dijalankan oleh para wali atau Kristenisasi yang diprakarsai oleh misionaris Barat. Dalam proses itu, para agamawan menggunakan mesin negara untuk menindas agama lokal. Puncaknya, pada era Orde Baru, pemerintah secara resmi membuat kategori agama resmi (agama negara) dan agama tak resmi (agama lokal). Jelas, agama resmi yang &amp;lsquo;menang&amp;rsquo;. Karena itu, tradisi, kebudayaan, dan kesenian lokal yang tidak sejalan dengan agama resmi dipaksa untuk &amp;lsquo;diselaraskan&amp;rsquo;. Sehingga, sekarang kita benar-benar tidak menemukan kebudayaan daerah dalam bentuknya yang asli, kecuali yang telah &amp;lsquo;distabilkan&amp;rsquo; oleh negara (yang bekerja sama dengan agamawan atau ormas).</note>
 <note type="statement of responsibility">Editor:Muhammad Ali Fakih ; Tata Sampul:Alfin Rizal ; Tata Isi:Atika</note>
 <subject authority="">
  <topic>SOSIAL BUDAYA</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Social Science</topic>
 </subject>
 <classification>320</classification>
 <identifier type="isbn">9786235348414</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Dempoers Library Book is My Life Style</physicalLocation>
  <shelfLocator>320.09 EFF kp</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">112/23</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library (RAK 320)</sublocation>
    <shelfLocator>320.09 EFF kp</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>ln6uadzmxm2n2mydphedpd.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>16724</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-08-24 09:55:27</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-08-24 09:57:08</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>