
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="17574">
 <titleInfo>
  <title>Seri Tempo:</title>
  <subTitle>Wiji Thukul, Teka-teki Orang Hilang</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Organizational Body" authority="">
  <namePart>TEMPO</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Kepustakaaan Populer Gramedia</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">IND</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Bahasa Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>160 hlm. ; 23 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>Seri Tempo</title>
 </relatedItem>
</mods>
<note>&quot;&quot;&quot;Lelaki cadel itu tak pernah bisa melafalkan huruf “r” dengan sempurna. Ia “cacat” wicara tapi di anggap berbahaya. Rambutnya lusuh. Pakaiannya kumal. Celana ­nya seperti tak mengenal sabun dan setrika. Ia bukan burung merak yang mempesona.&#13;
&#13;
Namun, bila penyair ini membaca puisi di tengah buruh dan mahasiswa, aparat memberinya cap sebagai agita­tor, penghasut. Selebaran, poster, stensilan, dan buletin propaganda yang ia bikin tersebar luas di kalangan bu­ruh dan petani. Kegiatannya mendidik anak­-anak kam­pung dianggap menggerakkan kebencian terhadap Orde Baru. Maka ia dibungkam. Dilenyapkan.&#13;
&#13;
Wiji Thukul mungkin bukan penyair paling cemerlang yang pernah kita miliki. Sejarah Republik menunjukkan ia juga bukan satu­-satunya orang yang menjadi korban penghilangan paksa. Tapi Thukul adalah cerita penting dalam sejarah Orde Baru yang tak patut diabaikan: se­orang penyair yang sajak­-sajaknya menakutkan sebuah rezim dan kematiannya hingga kini jadi misteri.&#13;
&#13;
Kisah tentang Wiji Thukul adalah jilid perdana seri “Prahara­prahara Orde Baru”, yang diangkat dari liputan khusus Majalah Berita Mingguan Tempo Mei 2013. Serial ini menyelisik, menyingkap, me­rekonstruksi, dan mengingat kembali berbagai peristiwa gelap ke­manusiaan pada masa Orde Baru yang nyaris terlupakan.&quot;&quot;&quot;</note>
<note type="statement of responsibility">Tempo</note>
<subject authority="">
 <topic>Wiji Thukul</topic>
</subject>
<classification>920</classification>
<identifier type="isbn">9786024817619</identifier>
<location>
 <physicalLocation>Dempoers Library Book is My Life Style</physicalLocation>
 <shelfLocator>920 TEM w</shelfLocator>
 <holdingSimple>
  <copyInformation>
   <numerationAndChronology type="1">184/25</numerationAndChronology>
   <sublocation>My Library (RAK UMUM)</sublocation>
   <shelfLocator>920 TEM w</shelfLocator>
  </copyInformation>
 </holdingSimple>
</location>
<slims:image>wiji_thukul.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>17574</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-02-27 07:25:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-27 07:35:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>