Image of Seri Tempo: Wiji Thukul, Teka-teki Orang Hilang

Text

Seri Tempo: Wiji Thukul, Teka-teki Orang Hilang



"""Lelaki cadel itu tak pernah bisa melafalkan huruf “r” dengan sempurna. Ia “cacat” wicara tapi di anggap berbahaya. Rambutnya lusuh. Pakaiannya kumal. Celana ­nya seperti tak mengenal sabun dan setrika. Ia bukan burung merak yang mempesona.

Namun, bila penyair ini membaca puisi di tengah buruh dan mahasiswa, aparat memberinya cap sebagai agita­tor, penghasut. Selebaran, poster, stensilan, dan buletin propaganda yang ia bikin tersebar luas di kalangan bu­ruh dan petani. Kegiatannya mendidik anak­-anak kam­pung dianggap menggerakkan kebencian terhadap Orde Baru. Maka ia dibungkam. Dilenyapkan.

Wiji Thukul mungkin bukan penyair paling cemerlang yang pernah kita miliki. Sejarah Republik menunjukkan ia juga bukan satu­-satunya orang yang menjadi korban penghilangan paksa. Tapi Thukul adalah cerita penting dalam sejarah Orde Baru yang tak patut diabaikan: se­orang penyair yang sajak­-sajaknya menakutkan sebuah rezim dan kematiannya hingga kini jadi misteri.

Kisah tentang Wiji Thukul adalah jilid perdana seri “Prahara­prahara Orde Baru”, yang diangkat dari liputan khusus Majalah Berita Mingguan Tempo Mei 2013. Serial ini menyelisik, menyingkap, me­rekonstruksi, dan mengingat kembali berbagai peristiwa gelap ke­manusiaan pada masa Orde Baru yang nyaris terlupakan."""


Ketersediaan

184/25920 TEM wMy Library (RAK UMUM)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
Seri Tempo
No. Panggil
920 TEM w
Penerbit Kepustakaaan Populer Gramedia : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
160 hlm. ; 23 cm.
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
9786024817619
Klasifikasi
920
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this