Image of Dua Mantan Pejuang

Text

Dua Mantan Pejuang



Wahyuni alias Wawuk tak pernah melupakan kejadian 30 tahun yang lalu ketika ibunya, Kustiyah, nekad pergi sendirian dari Sleman ke Jakarta untuk datang ke pernikahan putra Pak Hargiyono, seorang purnawirawan Jenderal Angkatan Darat yang menjadi komisaris utama salah satu perusahaan BUMN.

Waktu itu Kustiyah khusus memasak tiwul–makanan yang terbuat dari tepung singkong–untuk dibawanya ke tempat resepsi sebagai kado yang dia yakini akan menjadi kado paling istimewa di antara kado-kado lain. Kustiyah yang pada masa agresi Belanda di tahun 1949 bekerja di dapur umum, hampir tiap pagi menyuguhkan sarapan tiwul ini kepada para anggota pasukan Tentara Pelajar, termasuk sang komandan, yang tidak lain ialah “Mas” Hargiyono.


Ketersediaan

DB/234/26899.221 JUJ dMy Library (RAK UMUM)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
899.221 JUJ d
Penerbit PT Kompas Media Nusantara : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
104 hlm. ; 19 cm.
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
9786235236353
Klasifikasi
899.221
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this