
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="2207">
 <titleInfo>
  <title>LELAKON</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>LAN FANG</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>PT Gramedia Pustaka Utama</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">IND</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Bahasa Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>272 hlm.; 15 x 21 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Selalu ada siang-malam; terang-gelap; hitam-putih; tertawa-menangis; itulah yang dilihat; didengar dan dirasakan setiap saat.rnEntahlah itu benar atau salah.rnrnKetika ada petang di antara siang dan malam.rnKetika ada remang di antara terang dan gelap.rnKetika ada abu-abu di antara hitam dan putih.rnKetika ada arti di antara tertawa dan menangis.rnrnApakah itu benar atau salah?rnrnEntah!rnYang pasti; itulah lelakon.rnrnManusia adalah makhluk yang benar-benar buruk: saling mengkhianati; saling menipu; saling memperalat; semua untuk kepentingan diri sendiri; itulah manusia. Cinta dalam arti sebenarnya seolah tidak ada; karena yang ada adalah nafsu keduniawian; dan karena itu manusia tidak memerlukan martabat. Kalau manusia tidak mampu hidup bermewah-mewah; manusia memimpikan hidup bermewah-mewah; sebab hidup bermewah-mewah adalah tujuan utama hidup manusia; sementara penyesalan demi penyesalan pada akhir kisah lebih merupakan retorika daripada kata hati. Inilah gambaran manusia dalam Lelakon; sebuah novel yang dipenuhi oleh berbagai macam tokoh yang kadang-kadang terasa nyata tapi kadang-kadang pula terasa hanya ada dalam angan-angan; dengan alur yang tidak perlu diatur secara jelas. Tempo dalam novel ini bisa berjalan dengan cepat; bisa pula bergerak dengan lambat; dengan bahasa yang kadang diatur dengan rapi; dan kadang tidak diatur dengan rapi pula. (Budi Darma)</note>
 <subject authority="">
  <topic>KESUSASTERAAN INDONESIA</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>NOVEL INDONESIA</topic>
 </subject>
 <classification>810</classification>
 <identifier type="isbn">9792232206</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Dempoers Library Book is My Life Style</physicalLocation>
  <shelfLocator>813.08 LAN l</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">63/09</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library (RAK UMUM)</sublocation>
    <shelfLocator>813.08 LAN l</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>LELAKON_LAN_FANG.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>2207</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">0000-00-00 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2013-05-06 07:17:09</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>