
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="223">
 <titleInfo>
  <title>WAJAH BARU ETIKA &amp; AGAMA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>BAMBANG SUGIHARTO</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Kanisius</publisher>
   <dateIssued>2000</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">IND</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Bahasa Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>279 hlm.; 14.5 X 21 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>-</title>
 </relatedItem>
</mods>
<note>Carut-marut kehidupan sosial di berbagai pelosok negeri ini seringkali diidentifikasi sebagai akibat kelumpuhan etika dan agama untuk ikut menuntaskan problem-problem sosial. Karena itu; menghadapi krisis multidimensi yang dihadapi bangsa ini; diam-diam ada beberapa kelompok yang menaruh harapan kepada etika dan agama untuk mempertegas perannya dalam membangun kehidupan sosial yang beradab. Akan tetapi; secara internal keduanya ternyata mengidap beberapa keakutan paradigmatis untuk menjalankan fungsinya secara optimal. Dengan kenyataan ini; maka hal yang harus segera dilakukan adalah pembenahan internal menyangkut paradigma dan cara aplikasi etika dan agama dalam kehidupan masyarakat global saat ini. Akar penyebab keakutan paradigmatis yang dialami etika dan agama itu ternyata terdapat dalam pola pikir warisan modernitas. Agama kemudian menjadi simbol infantilisme; seperti telah lama diperingatkan oleh Sigmund Freud. Kehadiran gerakan (dan aliran pemikiran) Postmodernisme dalam pengertian tertentu sebenarnya merupakan kritik pedas terhadap paradoks modernitas yang telah melenceng dari cita-cita pencerahan. Keyakinan akan universalitas kebenaran ternyata menjadi legitimasi untuk melakukan imperialisme nilai kepada masyarakat lain. Untuk itu; Jurgen Habermas misalnya berusaha mengembalikan modernisme ke dalam cita idealnya semula. Sebagai penerus Mazhab Frankfurt; ia kemudian mengajukan pemaknaan baru terhadap rasionalitas; yakni sebagai suatu â€˜adaptasi terus-menerus bahasa terhadap pemahaman yang berkembang makin luas berkat dialogâ€™. Dialog di sini berarti kesediaan untuk saling mengoreksi dan memperluas worldview masing-masing kelompok.rn1. ETIKA DAN POSTMODERNITASrn2. REDEFINISI AGAMA</note>
<subject authority="">
 <topic>ETIKA KRISTEN</topic>
</subject>
<subject authority="">
 <topic>TEOLOGI MORAL</topic>
</subject>
<classification>240</classification>
<identifier type="isbn">9796728001</identifier>
<location>
 <physicalLocation>Dempoers Library Book is My Life Style</physicalLocation>
 <shelfLocator>241 SUG w</shelfLocator>
 <holdingSimple>
  <copyInformation>
   <numerationAndChronology type="1">79/06</numerationAndChronology>
   <sublocation>My Library (RAK UMUM)</sublocation>
   <shelfLocator>241 SUG w</shelfLocator>
  </copyInformation>
  <copyInformation>
   <numerationAndChronology type="1">629/13</numerationAndChronology>
   <sublocation>My Library (RAK UMUM)</sublocation>
   <shelfLocator>241 SUG w</shelfLocator>
  </copyInformation>
 </holdingSimple>
</location>
<slims:image>Wajah_Baru_Etika_dan_Agama.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>223</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">0000-00-00 00:00:00</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2013-08-01 15:33:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>