
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="2735">
 <titleInfo>
  <title>MEMBUKA MASA DEPAN ANAK-ANAK KITA:</title>
  <subTitle>MENCARI KURIKULUM PENDIDIKAN ABAD XXI</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SINDHUNATA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Kanisius</publisher>
   <dateIssued>2000</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Memberi kesempatan kepada anak-anak untuk berkembang bukan hanya tuntutan pedagogi; tetapi juga tuntutan kultural . Kultur kita akan mundur jika kita tidak menghargai anak-anak. Untuk menyelamatkan mereka; perlu sekali kita pahami lagi secara seimbang makna sekolah. Di satu pihak sekolah adalah tempat anak-anak dipersiapkan untuk menghadapi sekaligus melayani masyarakatnya. Di lain pihak sekolah juga berfungsi sebagai benteng; tempat anak-anak berlindung dari tekanan masyarakatnya. Di samping itu; kita pun dituntut untuk memikirkan cara mengajak anak-anak agar sedini mungkin memahami dan mengalami nilai-nilai dan rasa keadilan. Buku ini menuntun kita untuk memahami; bahwa pendidikan tidak berarti memberikan memaksakan dunia serta pengetahuan kita kepada anak-anak; melainkan membuka dan menyelamatkan masa depan mereka. Dalam buku ini disajikan berbagai pemikiran seputar kurikulum; perkembangan anak; gender dan pluralisme; dan pendidikan rasa. Tokoh-tokoh yang menyumbangkan pemikiran di dalamnya adalah Conny Semiawan; T. Raka Joni; S. Belen; Paul Suparno (Kurikulum) Kak Seto; Sarlito Wirawan Sarwono; Murti Bunanta; M.D. Dahlan (Perkembangan Anak) Karlina Leksono-Supelli; Mary Astuti; Yayah Khisbiyah; Ratna Wilis Dahar (Gender dan Pluralisme) I. Ketut Sumarta; St. Kartono; Juju Masunah (Pendidikan Rasa).</note>
 <subject authority="">
  <topic>Pendidikan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ANAK</topic>
 </subject>
 <classification>370</classification>
 <identifier type="isbn">9796728486</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Dempoers Library Book is My Life Style</physicalLocation>
  <shelfLocator>370 SIN m</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">610/07</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library (RAK UMUM)</sublocation>
    <shelfLocator>370 SIN m</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>MEMBUKA.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>2735</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">0000-00-00 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">0000-00-00 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>