
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3906">
 <titleInfo>
  <title>UTANG DAN KORUPSI RACUN PENDIDIKAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DARMANINGTYAS</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>PUSTAKA YASHIBA</publisher>
   <dateIssued>2008</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xiv + 280 hlm.; bibl.; ind.; tab.; 15 x 21 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Bagaimana potret dunia pendidikan di Indonesia? Baru-baru ini; masyarakat Indonesia mendapatkan sebuah jawaban yang ringkas; sederhana; tetapi amat mengena. Jawaban itu tersaji dalam novel fenomenal berjudul Laskar Pelangi karya Andrea Hirata; yang menjadi semakin populer saat filmnya dirilis akhir September lalu. Dalam novel yang pada dasarnya adalah memoar itu; Andrea menyajikan potret ketimpangan akses pendidikan di tanah kelahirannya; Pulau Belitung; yang sepertinya juga masih menjadi masalah nasional.rnBuku terbaru karya Darmaningtyas ini memberikan gambaran yang lebih terperinci tentang hal itu. Buku yang ditulis oleh pengamat pendidikan lulusan Filsafat UGM ini bertolak dari pertanyaan sederhana: mengapa hingga saat ini pendidikan dasar masih belum dapat dinikmati semua warga negara Indonesia? Apakah benar masalah utamanya terletak pada ketersediaan dana yang terbatas; sebagaimana jawaban yang sering kita dengar dari pemerintah?rnMelalui buku ini; Tyas; demikian beliau biasa dipanggil; menunjukkan bahwa ada penyebab yang lebih mendasar atas belum terpenuhinya hak-hak pendidikan masyarakat. Penyebabnya adalah trio racun yang sampai saat ini masih terus menjadi virus yang merusak masyarakat; yakni utang luar negeri; korupsi yang merajalela; dan inefisiensi. Tiga racun ini dipaparkan secara cukup detail dalam masing-masing satu bab khusus.rn1. PENDAHULUANrn2. UTANG SEBAGAI BENCANA BANGSArn3. KORUPSI MENYENGSARAKAN RAKYATrn4. INEFISIENSI: PEMBOROSAN ANGGARANrn5. KONDISI PENDIDIKAN DASAR KITArn6. UTANG; KORUPSI; DAN INEFISIENSI HAMBAT AKSES PENDIDIKANrn7. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI</note>
 <subject authority="">
  <topic>KORUPSI</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>UTANG</topic>
 </subject>
 <classification>330</classification>
 <identifier type="isbn">9789791785754</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Dempoers Library Book is My Life Style</physicalLocation>
  <shelfLocator>336.3 DAR u</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">74/09</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library (RAK UMUM)</sublocation>
    <shelfLocator>336.3 DAR u</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>utang_dan_korupsi.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>3906</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">0000-00-00 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">0000-00-00 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>