
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="4197">
 <titleInfo>
  <title>AKU HENDAK PINDAH RUMAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M. AAN MANSYUR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">MAKASAR</placeTerm>
   <publisher>NALA CIPTA LIERA</publisher>
   <dateIssued>2008</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">IND</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Bahasa Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>180 hlm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Metafora â€™sebuah pohon lebatâ€™ yang tumbuh dari sebuah kecupan pada bait pertama dalam puisi Aan ini adalah sebuah pembukaan yang dapat menggiring kita untuk menelusur lebih jauh dan bahkan menuntaskan bacaan saya atas puisi ini.rnSebagai pembaca puisi; pembaca memerlukan bait-bait pertama seperti yang Aan buat dalam puisi ini. Ada kejutan yang memaksa pembaca untuk meneruskan bacaan karena ada semacam dorongan untuk mengetahui lebih jauh apa yang hendak dikatakan penyair melalui puisinya.rnrnPada bait kedua Aan juga membawa imajinasi kita tentang pencitraan pohon di bait pertama dengan mengatakan bahwa hasil kecupan tadi telah menjelma menjadi akar yang kuat demikian pula batang dan cabang-cabangnya; yang dengan kekuatannya itulah bahkan anak-anak pun suka sekali bermain di antara batang-batangnya.rnrnBukan main hebatnya hasil sebuah kecupan tadi kepada aku liris dalam puisi ini bukan? Anda tentu saja boleh dan bahkan sama sekali tidak dilarang untuk melarikan imajinasi anda kepada apa saja tentang tawaran Aan pada kata KECUP dalam puisinya; seperti sebuah cinta yang agung; sesuatu peninggalan warisan yang sangat berharga; kecup sebagaimana kecupan pertama sang kekasih; atau bahkan kecupan perpisahan atas sebuah ikatan sakral yang disepakati dua insan; yang tentu saja berasal dari seseorang yang begitu dicintai oleh setidaknya aku liris pada puisi Aan ini. Dan anda sekali lagi tidak dilarang untuk mempresepsikan apapun dari kata kecup di bait pertama tadi.</note>
 <subject authority="">
  <topic>PUISI</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>KESUSASTRAAN INDONESIA</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SAJAK</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>PUISI INDONESIA</topic>
 </subject>
 <classification>810</classification>
 <identifier type="isbn">9786028003063</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Dempoers Library Book is My Life Style</physicalLocation>
  <shelfLocator>811.05 MAN a</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">435/08</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library (RAK UMUM)</sublocation>
    <shelfLocator>811.05 MAN a</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>AKU_HENDAK.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>4197</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">0000-00-00 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2013-04-29 11:59:27</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>