
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="4346">
 <titleInfo>
  <title>PERANTAU</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>GUS TF SAKAI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>PT Gramedia Pustaka Utama</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">IND</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Bahasa Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>140 hlm.; 15 x 21 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>â€œKau mungkin punya diri yang lain di tempat lain. Diri yang mungkin tengah mengembara menikmati dunia. Atau mungkin diri yang bisa tidur; dan kini tengah terlelap menikmati tidurnya entah di manaâ€. (hal. 11)rnrnBegitulah sepenggal kalimat di cerpen â€œLelaki Bermantelâ€ yang dimuat di kumpulan cerpen â€œPerantauâ€ karya Gus tf Sakai ini. Membacanya; tersirat jelas bahwa cerpen ini sedang mengangkat tema jiwa yang terbelah; yang pernah menjadi trend cerita fiksi pada era 80-an dulu; yang muncul lagi beberapa waktu belakangan dengan munculnya karya-karya terjemahan novel psikologis berkaitan dengan kepribadian ganda itu.rnrnCerita jiwa terbelah tentang alter ego di diri seorang individu yang kadang disebut bipolar atau fuga ini; sempat menjadi pembicaraan hangat seiring dengan munculnya kisah nyata tentang gadis yang memiliki 16 kepribadian yang ditulis oleh Flora Rheta Schreiber dalam buku â€œSybilâ€ (1973). Semua mata terbuka; bahwa memang ada (atau apakah benar ada?) â€œdiri lainâ€ dalam diri kita masing-masing yang wujudnya kita sendiri tidak pernah tahu.rnrnSukses kisah Sybil; dilanjutkan dengan karya Daniel Keyes berjudul â€œThe Minds of Billy Milligan pada 1981; yang di Indonesia diterbitkan Qanita dengan judul â€œ24 wajah Billyâ€ pada Juli 2005 silam.rnrnApakah Gus tf Sakai mengekor cerita bertema seperti ini? Belum jelas dan bisa jadi. Mengingat cerpen â€œLelaki Bermantelâ€ itu sendiri dibuatnya pada 14 November 2003 dan dimuat di Koran Tempo pada 30 November tahun yang sama. Namun berbeda dengan Sybil dan Billy; tokoh sentral dalam cerpen ini hanya punya satu alter ego yang membunuh para gelandangan di kotanya. Sisi lain jiwanya itu; kerap â€œbertemuâ€ dengannya di malam-malam panjang di saat dia menikmati kehidupan malam kotanya lantaran derita insomnia yang menjangkitinya.rnrnSelain cerpen â€œLelaki Bermantelâ€; tema jiwa yang terbelah ini ditemukan pula dalam cerpen â€œStefani dan Stefannyâ€ yang penuh pergulatan kata. Cerpen yang pernah dimuat di majalah Horison edisi Maret 2006 itu; jauh lebih berat dibanding â€œLelaki Bermantelâ€.rnrnDi tangan pengarang kelahiran Payakumbuh; Sumatera Barat 13 Agustus 1965 itu; cerita psikologi seperti ini dihantarkan dengan jalan cerita yang memaksa pembacanya untuk berpikir dan berpikir. Tak sekedar berpikir; pembaca pun diajak terlibat di dalamnya; melalui pertanyaan yang dilontarkan untuk ketidakjelasan objek yang digambarkan atau pilihan kalimat yang digunakan.rnrnSimak saja cara penulisan di cerpen â€œLelaki Bermantelâ€ ini. â€œDiperhatikannya lelaki itu lebih cermat. Samar; di bawah cungkup kepala mantel hujan biru (ataukah hijau?);â€¦â€ (hal.3). Pertanyaan semacam (ataukah hijau?) ini; hampir sebagian besar ditemukan dalam 12 cerpen yang diterbitkan PT Gramedia Pustaka Utama itu.rnrnSeperti dalam cerpen â€œTok Sakatâ€; Gus tf beberapa kali menggunakan kalimat tanya penuh kebimbangan atas pilihan kata yang dipilihnya. Misalnya; â€œYa; tetapi juga ada alam (ataukah lokasi; ataukah ruangan) lain di sekelilingnya yang bagai berdempet (ataukah berlapis)...â€ (hal.86)rnrnâ€œApakah Gus tf peragu (ataukah sengaja membikin kita ragu?);â€ mungkin kalimat itu yang akan ada di pikiran kita membaca cerpen-cerpen penuh tanyanya ini. Jawabnya; hanya dia yang tahu; dan kita mungkin akan tahu setelah cerita yang diceritakan memasuki ending yang kadang ke luar (ataukah di luar?) dari pakem yang biasa digunakan cerpenis lainnnya.rnrnBisa jadi; kalimat tanya dalam kurung itu; bagian dari upaya pemenang Hadiah Sastra Lontar 2001 dan penghargaan sastra Pusat Bahasa 2002 serta SEA Write 2004 atas kumpulan cerpen â€œKemilau Cahaya dan Perempuan Butaâ€ (1999) tersebut; untuk mengulik-ulik psikologis para pembaca dalam menyimak fiksi psikologinya ini. Jika itu iya; maka wajar bila seluruh cerpen di buku Kumcer â€œPerantauâ€ ini; hampir seluruhnya berbau psikologi yang dituliskan dalam bahasa metaforis yang kadang sangat berat untuk pembaca yang terbiasa dengan cerpen-cerpen biasa. (***)</note>
 <subject authority="">
  <topic>KESUSASTERAAN INDONESIA</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CERPEN</topic>
 </subject>
 <classification>810</classification>
 <identifier type="isbn">9792227350</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Dempoers Library Book is My Life Style</physicalLocation>
  <shelfLocator>813.01 SAK p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">985/08</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library (RAK UMUM)</sublocation>
    <shelfLocator>813.01 SAK p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>PERANTAU.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>4346</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">0000-00-00 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2013-05-01 09:49:09</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>