Detail Cantuman
Advanced SearchText
CANTING
Canting; carat tembaga untuk membatik; bagi buruh-buruh batik menjadi nyawa. Setiap saat terbaik dalam hidupnya; canting ditiup dengan napas dan perasaan. Tapi batik yang dibuat dengan canting kini terbanting; karena munculnya jenis printing cetak. Kalau proses pembatikan lewat canting memerlukan waktu berbulan-bulan; jenis batik cetak ini cukup beberapa kejap saja.rnrnCanting; simbol budaya yang kalah; tersisih; dan melelahkan. Adalah Ni---sarjana farmasi; calon pengantin; putri Ngabean...rnyang mencoba menekuni; walau harus berhadapan dengan Pak Bei; bangsawan berhidung mancung yang perkasa; Bu Bei; bekas buruh batik yang menjadi ibunya; serta kakak-kakaknya yang sukses.rnrnCanting; yang menjadi cap batik Ngabean; tak bisa bertahan lagi. “Menyadari budaya yang sakit adalah tidak dengan menjerit; tidak dengan mengibarkan bendera.†Ni menjadi tidak Jawa; menjadi aeng aneh; untuk bisa bertahan. Ni yang lahir ketika Ki Ageng Suryamentaram meninggal dunia; adalah generasi kedua; setelah ayahnya; yang berani tidak Jawa.
Ketersediaan
| 7792/02 | 813.08 ATM c c1 | My Library (RAK UMUM) | Tersedia |
| 8287/02 | 813.08 ATM c c2 | My Library (RAK UMUM) | Tersedia |
| 9249/02 | 813.08 ATM c c3 | My Library (RAK UMUM) | Tersedia |
| 274/17 | 813.08 ATM c | My Library (RAK UMUM) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
813.08 ATM c
|
| Penerbit | PT Gramedia Pustaka Utama : Jakarta., 1986 |
| Deskripsi Fisik |
388 hlm.; 11 x 18 cm.
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
810
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
I
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






