
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="4407">
 <titleInfo>
  <title>SUPERNOVA :</title>
  <subTitle>KSATRIA PUTERI DAN BINTANG JATUH</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DEE</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">BANDUNG</placeTerm>
   <publisher>TRUDEE BOOKS</publisher>
   <dateIssued>2001</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">IND</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Bahasa Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xii + 231 hlm.; 15 x 21 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Saya bisa jamin bahwa cerita yang dibikin Deeâ€”dari dua buku yang sudah saya baca sampai habisâ€”pasti memiliki karakter yang sangat hidup. Saya pun tidak pernah sadar bagaimana hal itu bisa terkonstruksi dalam pikiran saya. Saya diam-diam merasa kagum juga atas kenyataan ini. Yah; meski pada akhirnya gerah juga mengakuinya. Penyebabnya tidak lain karena karakter-karakter yang ia buat itu bikin saya ingin nempÃ©lÃ©ng kepalanya!rnrnDee di buku ini membikin otak saya serasa benang kusut di tengah tumpukan jerami. Dee sangat bisa membuat kepala orang pecah saking tak mampunya saya berpikir jernih. Itu terlihat dari footnote yang berjejalan setiap ada istilah-istilah asing di Supernova: KPBJ [Ksatria; Puteri; dan Bintang Jatuh]. Selain itu; rasa egoisnya dalam bernarasi pun tak kalah hebatnya. Karakter duo gay dibuatnya sebagai alibi agar ia tak disalahkan atas keangkuhannya itu. Ya; benar: Ruben dan Dhimas ada sebagai tameng!rnrnDari awal cerita; saya sudah jengah ketika Dhimas mulai berdebat tentang teori-teori yang membuat kedua bola mata saya mencong. Postulat-postulat yang tak pernah saya jumpai dalam buku fiksi-ilmiah timbul bergelombol bak hujan lebat. Dan kadang-kadang datang pula petir yang menyambar sel abu-abu milik saya saat teori sampah itu sebetulnya hanya berupa hal umum yang mereka rangkai dengan bahasa aneh nan menjebak. Karakter seperti itulah tipikal angkuh. Mereka tak peduli dengan alur cerita yang dikonstruksi sendiri oleh pembaca. Seolah-olah kejadian ini merupakan ajang balas dendamnya karena dahulu ia pernah merasakan hal serupa yang kayak gini ini.rnrnDari teori ilmiah tersebut; Saya mendapat kesan bahwa buku ini dibuat hanya untuk orang-orang tertentu saja; yakni untuk manusia super-jenius yang ketika dicekoki postulat aneh nan membingungkan seperti di buku itu bisa segera memahami maknanya dengan cepatâ€”dengan kata lain; orang bodoh tak disarankan membaca buku ajaib ini.rnrnPada saat Dee memulai kembali untuk berteoriâ€”tentu saja lewat Dhimas dan Rubenâ€”saya yang bosan dan muak akan mejawabnya dengan mengambil penggalan kutipan di buku itu. Misalnya seperti ini;rnrn    â€œBahasamu selalu susah. Itu menjebak; tahu gak? Kadang-kadang yang kamu maksud cuma hal umum; tapi bahasamulah yang tidak umum.â€rnrnOh; tentu saja ucapan itu takkan berpengaruh kepada Dee yang [sekali lagi] melalui pasangan gay terus ngoceh tentang chaos theory. Saya pun membalas lagi;rnrn    â€œKamu tidak membuatnya lebih mudah; (Deeâ€”pen.)â€rnrnBelum! Kalimat itu juga belum cukup untuk membungkamnya. Saya mungkin akan berhasil jika menambahkan kalimat sederhana seperti ini;rnrn    â€œAduh; kita kan sepakat; istirahat dulu bicara yang berat-berat. Sudahlahâ€¦â€rnrnLalu ditambah ini;rnrn    â€œKenapa kita tidak sekali-kali diam dan menikmati cerita.â€rnrnNah; kalau sudah begitu saya pun bisa tersenyum senang.rnrnSatu catatan untuk Dee dari saya. Terlepas dari aksinya yang membuat hati saya mendidih kesal [karena saya masih tidak bisa memahami penjelasan dari setiap istilah yang ia tulis. Itu berarti saya bodoh] Dee sangat berhasil mempermainkan perasaan seseorang [saya]. Luar biasa. Selain Kugy dan Keenan; karakter di dalam KPBJ ini juga membikin saya terprovokasi serta terpancing emosi. Saya pun dalam hal ini menyukai cerita dongeng. Mungkin dari situlah saya bisa menerka kenapa saya tergila-gila dengan karya yang Dee buat.</note>
 <subject authority="">
  <topic>KESUSASTERAAN INDONESIA</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>NOVEL</topic>
 </subject>
 <classification>810</classification>
 <identifier type="isbn">979962570X</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Dempoers Library Book is My Life Style</physicalLocation>
  <shelfLocator>813.08 DEE sk</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">489/07</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library (RAK UMUM)</sublocation>
    <shelfLocator>813.08 DEE sk c2</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>SUPERNOVA_III.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>4407</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">0000-00-00 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2013-05-02 09:49:45</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>