Detail Cantuman
Advanced SearchText
MAYOR JENDERAL SOEHARTO PANGLIMA KOMANDO MANDALA: PEMBEBASAN IRIAN BARAT
WILAYAH Irian Barat tidak lagi dikenal sejak diganti menjadi Irian Jaya pada tahun 1973.rnNamun; nama itu akan tetap terukir dalam sejarah perjuangan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sayang; tidak banyak buku yang memuat sejarah perjuangan pembebasan Irian Barat.rnrnMeskipun sudah merdeka pada 19 Agustus 1945; Indonesia tidak serta-merta mendapat kedaulatan wilayah. Belanda ingin menguasai Irian Barat dengan berbagai dalih. Hingga tahun 1950; upaya penyelesaian sengketa Indonesia - Belanda itu terus mengalami kegagalan. Bahkan; pada Agustus 1952; Pemerintah Belanda mengklaim Irian Barat sebagai bagian wilayahnya.rnrnR Ridhani sebagai penulis cukup detail memaparkan jalan panjang dan berbelit proses pembebasan Irian Barat; hingga akhirnya Indonesia mengakhiri politik damai. Tepat 19 Desember 1961; Presiden Soekarno mengumumkan Trikora (Tiga Komando Rakyat) di Yogyakarta. Soekarno menjadi pelaksana komando pembebasan Irian Barat. Malang; sebelum rencana operasi Komando Mandala jelas; kapal perang KRI Macan Tutul diserang Belanda. Deputi KSAL Yos Sudarso pun gugur.rnrnPada 2 Januari 1962; Presiden Soekarno mengeluarkan Keppres No 1/1962 tentang Pembentukan Komando Pembebasan Irian Barat. Sembilan hari kemudian; Brigjen Jenderal Soeharto ditunjuk menjadi panglimanya. Soeharto yang kemudian naik pangkat menjadi mayor jenderal diberi target untuk mengibarkan Merah Putih pada 17 Agustus 1962.rnrnWalaupun berfokus pada cerita perjuangan sosok personal; heroisme Soeharto tidak berlebihan dalam buku ini. Padahal; dia memimpin strategi perang bernama Operasi Jayawijaya dengan 70.000 pasukan dari Angkatan Darat; Laut; Udara; dan Kepolisian diterjunkan. Perang memang tidak jadi pecah; tapi kesiapan perang militer Indonesia membuat Belanda terdesak ke meja perundingan. Sebagai prajurit; Pak Harto mematuhi perintah untuk menunda serangan. Penundaan Operasi Jayawijaya terobati setelah Belanda menyerah di PBB.rnrnSebagai buku yang mencatat sejarah; buku ini memuat data historis cukup lengkap. Di halaman belakang; penulis melampirkan pidato Presiden Soekarno pada Rapat Raksasa di Medan; 26 April 1962.
Ketersediaan
| 035/11 | 920 RID p | My Library (RAK UMUM) | Tersedia |
| 392/09 | 920 RID p | My Library (RAK UMUM) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
920 RID p
|
| Penerbit | SINAR HARAPAN : Jakarta., 2009 |
| Deskripsi Fisik |
xix + 310 hlm.; il.; ind.; 15 x 23 cm.
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
9794169161
|
| Klasifikasi |
920
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
I
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






