
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="9958">
 <titleInfo>
  <title>WASIAT HB IX YOGYAKARTA KOTA REPUBLIK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>HARYADI BASKORO</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SUDOMO SUNARYO</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Galang Press</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">IND</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Bahasa Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>244 hlm.; il.; 15 x 21 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>pada dasarnya merupakan sebuah buku â€œbiografi visiâ€ tokoh Sultan Hamengku Buwono IX. Buku ini menafsirkan secara psiko-kultural mengenai visi kepemimpinan HB IX atas Yogyakarta. Bahwa sejak awal memimpin; sampai akhir hayatnya; HB IX ini tetap menegakkan keistimewaan Yogyakarta. Namun demikian; sebagai seorang negarawan nasionalis yang rendah hati; beliau tidak bersikap arogan dalam menegakkan visinya itu. Ketika eksistensi keistimewaan Yogya hendak dihapuskan pada awal-awal masa Orde Baru; terlihat beliau tidak banyak bicara. Semantara para pemimpin di Daerah Istimewa Aceh; yang keistimewaannya juga hendak dihapuskan; bersuara keras. Ada semacam â€œpertarungan terselubungâ€ antara mendiang HB IX dengan almarhum Presiden Soeharto yang berimplikasi pada kurang terdukungnya keistimewaan Yogya. Bahkan; menurut beberapa data dan sumber yang ditemukan; dulu Presiden Soeharto sempat mengklaim prestasi perjuangan HB IX sebagai prestasi dirinya (masalah Serangan Umum 1 Maret 1949). Menjelang akhir hayatnya; HB IX dalam wawancara dengan media juga terlihat tidak memaksakan masa depan keistimewaan Yogya. Tetapi; beliau jelas menurunkan visi keistimewaan Yogya itu kepada puteranya; Sultan HB X. Karena itu pada saat dan setelah Reformasi 1998 bergulir; Yogya dan Sultan HB X berjuang habis-habisan untuk menegakkan keistimewaan Yogya; sampai akhirnya kini Pemerintah mulai sadar untuk mendukung keistimewaan itu. Pelajarilah keunggulan visi Sang Sultan HB IX dalam buku inspirasional ini!</note>
 <subject authority="">
  <topic>INDONESIA</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SEJARAH</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>BIOGRAFI</topic>
 </subject>
 <classification>950</classification>
 <identifier type="isbn">9786028174510</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Dempoers Library Book is My Life Style</physicalLocation>
  <shelfLocator>959.8 BAS w</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">280/12</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library (RAK UMUM)</sublocation>
    <shelfLocator>959.8 BAS w</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>WASIAT_HB_IX_YOGYAKARTA_KOTA_REPUBLIK.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>9958</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">0000-00-00 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2014-02-21 08:42:56</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>